Terdepan Dalam Memberdayakan Anak Hingga Pelosok Desa

Keutamaan Shalat Tahajud


(Serial Khutbah Jumat Ketua Umum YMI)

Ba'da Tahmid dan Shalawat.

Surat Al-Muzammil ayat 1-6 dan Surat Al-Isra ayat 79-80, menceritakan tentang keutamaan Shalat Tahajud. Perintah shalat Tahajud dalam surat Al-Muzammil (ayat 2) "Qumil-laila Illa Qalila" memerintahkan kita untuk bangun (Qum) di waktu malam, karena bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan (Inna nasyi 'atal-laili hiya asyaddu wat'aw wa aqwamu qila).

Itulah mengapa perintah shalat Qiyamullail awalnya adalah wajib, baru kemudian di akhir surat Al-Muzammil, Allah memberikan rukhsah (keringanan) sehingga hukumnya menjadi sunnah.

Lalu dalam surat Al-Isra ayat 79-80, Allah SWT mengungkapkan fadhilah (keutamaan dan manfaat) dari shalat Tahajud. Menariknya, dalam ayat ini, didahulukan dengan perintah shalat 5 waktu (Al-Isra ayat 78), tapi dalam dalam ayat tersebut Allah tidak menyampaikan manfaat shalat 5 waktu (baik zuhur, asar, maghrib, isya, subuh). Namun di ayat 79-80, Allah memerintahkan Shalat Tahajud sekaligus mengungkapkan manfaat dan keutamaannya.

Apa saja Keutamaan Shalat Tahajud? Pertama, Allah angkat dia (yang rajin Tahajud) ke tempat mulia. Ini dijelaskan dalam Surat Al-Isra ayat 79. "Asaa'an Yab'asaka Rabbuka Maqomam Mahmuda." Bahkan Allah menggunakan kata 'Asaa' yang maknanya dijamin, dan pasti akan terjadi.

Kedua, dimasukan kedalam orang yang diberikan kemudahan (Al-Isra ayat 80). Seorang pedagang akan mudah mendapat pelanggan, mahasiswa akan mudah memahami perkuliahan, seorang karyawan dimudahkan dalam pekerjaannya. 

Ketiga, Allah keluarkan dia dari kesulitan, "Akhrijni Mukhraja Shidqi." Bila ada pedagang yang mengeluh dagangan tak laku-laku, atau ada karyawan yang susah naik jabatan, atau pebisnis yang tak maju-maju bisnisnya. Jangan terburu-buru menyalahkan "Ah ini karena kurang modal" atau "Oh mungkin ada manajemen yang salah." Tapi cek dulu Qiyamullailnya, cek dulu Shalat Tahajudnya. Boleh jadi, karena kurang dekatnya dia kepada Allah karena jarang Tahajud, itu menjadi penyebab bisnisnya tidak berkembang.


Keutamaan yang keempat ini yang paling menarik, karena Allah menjanjikan bahwa siapa yang konsisten dalam Tahajud, maka bila dia punya masalah, bila dia diganggu orang, "dikerjain" orang, maka Allah langsung yang akan menolongnya, Allah langsung yang akan mengambil alih masalahnya. Masya Allah... Bila Allah yang sudah mengambil alih, maka tak satupun makhluk yang dapat menghadangnya. "Waj'alli Min Ladunka Sulthonan Nashiro." (Al-Isra ayat 80).

Sungguh luar biasa, dampak dari Tahajud. Ini yang terjadi dalam diri sahabat Rasulullah SAW yang sangat kaya raya, seperti Abu Bakar, Ustman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah pebisnis yang tak pernah rugi sepanjang bisnisnya.

Abdurrahman bin Auf misalnya. Ketika dia hijrah ke Madinah, dia tidak membawa harta apapun kecuali pakaian yang dia kenakan. Tapi dengan kegigihannya dan konsistensinya Shalat Tahajud, dia menjadi orang terkaya ke-3 di Madinah hanya dalam waktu 3 bulan. Pada bulan ke-3 dia di Madinah, kekayaannya sudah mencapai 80.000 dinar, atau sekitar Rp.300 Milyar. Sekarang pertanyaannya, "Bisnis apa yang memiliki margin keuntungan sampai Rp.300 Milyar dalam 3 bulan?" Abdurrahman bin Auf pernah membuktikannya.

Saat akhir hidupnya, Abdurrahman bin Auf menjadi Orang Terkaya Nomor 1 di Madinah, dengan kekayaan sebesar Rp.6,2 Triliun. Masya Allah. Berkah dari Kemuliaan Orang-orang yang menjadikan Tahajud sebagai sarana penolongnya. Barokallahu lii Walakum.

Adhi Azfar
Ketua Umum YMI

0 Response to "Keutamaan Shalat Tahajud"

Post a Comment