Tantangan Anak Desa Mengikuti Ujian Madrasah di Era Pandemi


Foto-foto ini bukan lagi berdoa. Ini anak-anak murid Madrasah Tsanawiyah (MTs) Munashoroh yang lagi mengikuti ujian, di Kampung Cibagolo, Picung, Pandeglang, Banten.

Anak-anak menunduk semua, karena mereka menggunakan Handphone (HP) untuk mengisi soal-soal Ujian Madrasah. Hari senin (29/4), kegiatan ujian dimulai.

Berbeda memang. Kalau di kota, murid-murid bisa mendapatkan bimbingan dari ibu atau ayahnya di rumah, bagaimana menggunakan HP untuk aplikasi-aplikasi terkait ujian. Tapi di desa, jarang ada orang tua yang paham, dan banyak diantara anak-anak yang tak memiliki perangkat Handphone.


Ujian dimulai. Diadakan di Rumah Qur'an YMI. Seluruh siswa berkumpul di ruang ujian. Anak-anak murid pun bersiap mengisi soal, membuka HP masing-masing.

Setelah 10 menit berjalan, salah satu panitia ujian melihat ternyata peserta ujian kurang 1 orang. Padahal semua murid hadir disini.

Dia pun bertanya, "Ada yang belum masuk link ya..? Lalu salah satu anak ada yang mengacungkan tangan. "Saya Pak.."

Panitia bertanya lagi, "Ada kendala apa?"

Ternyata anak tersebut tidak punya HP. 

Lalu panitia pun meminjamkan Handphonenya agar anak itu bisa ikut ujian.


Dalam foto-foto ini, mungkin bisa terlihat mana anak yang dimaksud. Hampir-hampir tidak ikut ujian karena tidak memegang HP.

Keterbatasan ekonomi dan perangkat teknologi di desa membuat anak-anak desa harus berjibaku untuk tetap sekolah dan mengikuti ujian. Kadang mereka ujian dengan meminjam Handphone di tempat saudaranya, temannya atau orang-orang di sekitar. Semoga tantangan ini membuat anak-anak desa makin kuat semangatnya untuk sukses.

Bersama YMI, Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa. Ayo Jadi Orang Tua Asuh. CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Tantangan Anak Desa Mengikuti Ujian Madrasah di Era Pandemi"

Post a Comment