Riya' dan Ujub, Mana yang Lebih Sulit Dihindari


Ujub itu...sering datang secara diam-diam. Tanpa disadari. Halus sekali masuknya kedalam hati. Perlahan, demi perlahan.

Ujub berbeda dengan Riya. Kadangkala Riya dapat dihindari, tapi Ujub masih ada.

Contoh begini. Kita sholat tahajud ditengah malam. Diam-diam. Tak satu pun orang lihat. Tak ada orang yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain, dengan harapan agar tidak Riya. Maka saat kita tidak menceritakan amalan kita itu, kita pun berhasil menghindari Riya. 


Saat itu, amalan yang kita lakukan benar-benar semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain. 

Apakah berhenti disini godaan syetan? Ternyata tidak.

Ketika kita berpuas diri akan amalan yang 'ditengarai' ikhlas itu, saat itulah syetan berupaya menjerumuskan ke jurang yang lebih dalam.

Tiba-tiba dalam hatimu akan muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.

"Ternyata hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajud, sementara orang lain tertidur pulas."

Ketika hati mulai berkata begitu, itulah yang dinamakan Ujub.

Saat itu, kita memang berhasil untuk mengatasi Riya, tetapi masih belum berhasil untuk tidak Ujub.

Ujub adalah perasaan kagum atas diri sendiri. Merasa diri hebat, berbangga diri, dan terpesona dengan kehebatan diri.

Ujub adalah penyakit hati yang paling tersembunyi. Bisa muncul dari berbagai bentuk. Misalnya :

1. Rajin ibadah, merasa kagum dengan ibadahnya

2. Punya ilmu yang diakui publik, gelar Doktor, Profesor, lalu kagum dengan ilmunya, merasa lebih hebat dari orang lain.

3. Merasa paling memberi manfaat kepada orang lain, paling sering menolong orang, lalu merasa lebih berhak dan lebih hebat dari orang lain karena yang lain tidak sehebat kita dalam menolong orang, apalagi lembaga yang kita bangun sudah diakui oleh masyarakat luas.

4. Orang yang berdakwah, dan merasa kagum dengan posisinya.

Itulah mengapa Sufyan At-Tsauri mengatakan, "Ujub adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih berhak, lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain."

Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah berasal dari Allah SWT.

Semoga kita terhindar dari sifat Ujub, karena Imam Nawawi pernah mengungkapkan "Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya." (Syarh Arba’in)

0 Response to "Riya' dan Ujub, Mana yang Lebih Sulit Dihindari"

Post a comment