Amal Jama'i dalam Mengemban Amanah Dakwah, Diskusi dan Pembekalan Islam di Kongres Gen Muda YMI


Materi pertama di Kongres Gen Muda YMI ini diisi oleh Ustadz Puji Sartono (Anggota DPRD Provinsi Lampung). Diadakan pada hari Sabtu (6/3) pukul 16.00-18.00 di Pesantren Qur'an YMI Lampung Selatan, Desa Branti, Natar.


Dalam mengemban amanah dakwah, yang paling mendasar adalah munculnya kesadaran. Pondasinya adalah Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 102 tentang berpegang teguh pada tali agama Allah jangan bercerai berai, dan mengerjakan amar makruf nahi mungkar. 

Bahwa kita semua adalah pelaku dakwah. "Nahnu Du'at Qabla 'ala Kulli Syai'in."


"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. As-Shaff ayat 4).

Dakwatul anbiya' melanjutkan dakwah para nabi. Bagi pelaku dakwah, penting untuk menghafalkan doanya Nabi Musa, yang tertera dalam QS. Thaha ayat 25-28.

رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى. وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى. وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى. يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى.

Ditambah lagi dengan ayat selanjutnya.

وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي (29) هَارُونَ أَخِي (30) اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي (31) وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي (32).


Makna Berjamaah

Amal Jama'i adalah amal yang dilakukan bersama-sama. Dakwah secara bersama-sama, berjamaah.

Makna dari jama'i itu bukan hanya bersama dalam satu kurun waktu, akan tetapi masih dalam waktu yang satu kesatuan antara yang terdahulu dan yang akan datang. Satu kesatuan sampai dengan Nabi Muhammad SAW.


Contohnya seorang laki-laki yang membangun rumah yang indah. Namun masih kurang 1 batu lagi atau labinah. Nah, labinah itu adalah kita, yang mengisi ruang bata yang kosong tadi, agar terlihat semakin indah.

“Perumpamaan aku dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang ketika itu mengitarinya, mereka kagum dan berkata, “Amboi, jika batu bata ini diletakkan, akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari, no. 3535 dan Muslim, no. 2286).



Bahaya Meninggalkan Jamaah

Setidaknya ada 2 hal yang menjadi Dhoruroh biduuril jama'ah atau bahayanya bila kita meninggalkan Amal Jama'i.

1. Disukai oleh setan.

Tangan Allah (pertolongan Allah) dalam jamaah, sedangkan setan bersama orang yang sendirian. Setan senang bersama orang yang sendirian.

الشَّيْطَانُ مَعَ الْوَاحِدِ

"Setan itu bersama orang yang sendirian."

Maka, minimal berjama'ah adalah dua orang. 


2. Berpotensi terjerumus kemaksiatan

Sesungguhnya serigala itu akan memangsa kambing yang biasa sendiri-sendiri. Maknanya, seseorang yang sendirian, akan berpotensi untuk dimangsa setan, dan terjerumus ke lembah maksiat.


Keuntungan Beramal Jama'i

1. Berjama'ah itu syariat Allah, maka amal jama'i itu termasuk bagian dari beribadah kepada Allah.

2. Potensi yang kita miliki bisa dieksplorasi dan diberdayakan sesuai kapasitas, karena hasil dari amal jama'i akan berbeda dengan amal individu.

3. Setiap individu itu akan mengemban amanah sesuai kemampuannya masing-masing.


Contohnya burung hud-hud zaman nabi Sulaiman dan ratu Bilqis. Ia menjadi intelijen, potensinya sangat berbeda, dan ini penting bagi nabi Sulaiman.

4. Dengan amal jama'i, akan menekan potensi kesombongan.

5. Dengan amal jama'i, aktifitas dakwah akan terlihat indah, saat bekerja dengan barisan yang rapih.

6. Dengan amal jama'i, akan membuat dakwah menjadi terorganisir.

الْحَقُّ بِلَا نِظَامٍ، يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِنِظَامٍ.

"Kebenaran/organisasi yang tidak terorganisir, akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir"

Maka dari itu, hendaknya kita berlatih berinteraksi antar teman dalam organisasi, dan jangan menyendiri.

عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ.

Intinya, harus berpegang teguh dalam jama'ah, karena "Keruhnya berada dalam jama'ah dan organisasi itu lebih disukai daripada jernihnya kesendirian."


"Berpegang teguhlah dalam berjamaah. Sesungguhnya yang kalian benci dalam berjamaah itu lebih Allah sukai daripada hal yang kalian senangi dalam sendirian." (Ali bin Abi Thalib).

Wallahu a'lam.

Gen Muda YMI, Pemimpin Muda Bangun Desa

0 Response to "Amal Jama'i dalam Mengemban Amanah Dakwah, Diskusi dan Pembekalan Islam di Kongres Gen Muda YMI"

Post a comment