Meneladani Umar bin Khattab, Kami Panggul Sendiri Sembako untuk Anak-anak Asuh di Rumah Qur'an


Membahagiakan anak-anak asuh di Rumah Qur'an sudah jadi karakter pengurus YMI. Saat membersamai anak-anak asuh, tak ada yang lebih membahagiakan selain menyaksikan senyum mereka yang membuncah. 

Saat itu, mobil bak berisi beras dan sembako datang ke Rumah Qur'an YMI Lampung Selatan (Lamsel), di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung. Tak ada pengurus YMI yang digaji, atau yang biasa disebut honor bulanan. Semua dikerjakan karena keinginan untuk membersamai Rasulullah SAW di surga kelak. 

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim, di surga akan dekat seperti ini “Beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya." (HR. Bukhari).

Hadits ini yang menyemangati pengurus YMI untuk memanggul sendiri setiap sembako, karung beras demi karung beras, diangkat dari mobil bak menuju Rumah Qur'an YMI.


Selain itu, pengurus YMI Lamsel ini juga ingin meneladani Umar bin Khattab dalam melayani umat. Dalam sejarah, Umar bin Khattab memanggul sendiri gandum untuk rakyatnya.

Pada suatu malam, Umar bin Khattab bersama Aslam menemukan seorang wanita yang sedang memasak, sementara anak-anaknya menangis di dekatnya.

Umar segera mendekat dan bertanya, “Ada apa gerangan dengan kalian?”

Wanita itu menjawab, “Kami kemalaman dalam perjalanan serta kedinginan.”

Umar kembali bertanya, “Kenapa anak-anak itu menangis?”

Wanita itu menjawab, “Karena lapar.”

Umar kembali bertanya, “Apa yang engkau masak di atas api itu?”

Dia menjawab, “Air agar aku dapat menenangkan mereka hingga tertidur. Dan Allah kelak yang akan jadi hakim antara kami dengan Umar.” (wanita itu tidak tahu bahwa yang dihadapannya itu adalah Khalifah Umar).


Mendengar jawaban itu, Umar menangis dan segera berlari menuju gudang tempat penyimpanan gandum. Beliau segera mengeluarkan sekarung gandum dan sekantong daging, sambil berkata, “Wahai Aslam, naikkan karung ini ke atas pundakku.”

Aslam berkata, “Biar aku saja yang membawanya untukmu.”

Umar menjawab, “Apakah engkau mau memikul dosaku kelak di hari Kiamat?”

Umar pun segera memanggul karung tersebut dan mendatangi kemah wanita itu. Sesampai di sana, Umar segera memasak gandum. Setelah matang, beliau menyajikan sendiri makanan itu kepada wanita dan anak-anaknya.

“Makanlah!” kata Umar kepada mereka.

Maka anak-anak itu makan hingga kenyang. Lalu, wanita itu berdoa untuk Umar agar diberi ganjaran pahala. Si wanita itu tidak tahu, bahwa orang yang membantunya adalah Amirul Mukminin Umar bin Khattab. #

0 Response to "Meneladani Umar bin Khattab, Kami Panggul Sendiri Sembako untuk Anak-anak Asuh di Rumah Qur'an"

Post a comment