Terdepan Dalam Memberdayakan Anak Hingga Pelosok Desa

Urgensi Wakaf Bagi Pendidikan Anak (Kajian Islam Virtual YMI ke-5)


Mengambil tema tentang Urgensi Wakaf bagi Pendidikan Anak dan Muhasabah Akhir Tahun, YMI menggelar kajian Islam secara virtual di bulan Desember 2020 ini. Dengan narasumber Ust Jajang Aisyul Muzakki dan keynote speaker Abi Adhi Azfar (Ketua Umum YMI).

Berikut notulensinya...

Kita sering mendengar kata "wakaf" hanya untuk 3 M yaitu : Masjid, Madrasah dan Makam. Sedangkan untuk kegiatan wakaf yang lain, masih banyak yang belum mengenal dan memahami. Jadi kalau orang mendengar istilah wakaf, maka di pikiran orang banyak adalah untuk Masjid, Madrasah dan Makam. Hampir sama seperti halnya kita saat mendengar Corona, maka 3 M juga, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Saat ini, wakaf masih dianggap ibadahnya orang-orang kaya, kemudian dipikiran orang-orang banyak, wakaf itu harus dalam bilangan besar. 


Padahal wakaf itu tidak terpatok pada bilangannya, harus sekian hektar, sekian luas, dan sekian besar jumlahnya. Kini bahkan banyak pewakaf yang menggabungkan beberapa luasan tanah untuk diwakafkan menjadi sarana ibadah dan amal sholeh.

Jadi untuk itu kita harus lebih mengenal apa itu wakaf dan bagaimana mengelola dan memberdayakan wakaf tersebut. 

Wakaf dibagi menjadi dua macam yaitu Wakaf Sosial dan Wakaf Produktif.

Wakaf sosial yaitu perwakafan tanah hak milik yang merupakan suatu perbuatan hukum yang suci, mulia, dan terpuji yang dilakukan oleh seorang atau badan hukum. Sedangkan wakaf produktif yaitu harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi.

Sementara Infak juga dibagi 2, yaitu infak wajib atau yang disebut zakat dan infak sunnah yaitu bersedekah. 

Penggunaan harta juga dibagi 3, yaitu harta yang dimakan, harta yang diinfakkan dan harta yang di simpan.

Harta yang dimakan akan mengeluarkan kotoran atau yang nantinya berujung kotoran. Harta yang dinfakkan yaitu yang akan menjadi penolong kita menjadi pahala kita, sedangkan harta yang disimpan nantinya menjadi hak rebutan atau warisan.


Kita dapat belajar dari sini, harta yang ada selain kita pakai keperluan sehari-hari, juga harus kita gunakan untuk berinfak berbagi dengan sesama manusia karena rezeki juga datang dari Allah SWT bukan untuk kita semua tetapi ada sebagian harta yang menjadi hak bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Dan wakaf itu akan menjadi sodaqoh jariyah dengan niat yang baik dan kebaikan itu akan dirasakan hingga orang bersedekah itu meninggal dunia.

Wallahu a'lam

Notulensi oleh Gen Muda YMI Kuningan, Panitia Kajian Islam YMI ke-5.

0 Response to "Urgensi Wakaf Bagi Pendidikan Anak (Kajian Islam Virtual YMI ke-5)"

Post a Comment