Tak Ada yang Menghalanginya dari Sedekah kecuali Kematian (Kisah Inspirasi dari Seorang Ayah bagi Anak Yatim di Desa)


Hari-hari disekitar tanggal ini biasanya bunyi "ting" di WA saya, tanda konfirmasi kiriman untuk anak asuhnya.

Namun bunyi WA masuk hari ini berbeda, mengabarkan tentang wafatnya.

Innalillahi Wa Inna ilaihi Rojiun

Ternyata hanya kematian yang menghalanginya untuk bersedekah, menyantuni anak-anak yatim.

Sebagaimana sahabat Rasul bernama Sya'ban, hanya kematian yang menghalanginya shalat subuh ke Masjid. Saat Rasulullah SAW bertanya "Mana Sya'ban? Mengapa tidak terlihat shalat berjamaah di Masjid." Ternyata saat itulah waktu berpulangnya.

Chat saya menunjukan bahwa tanggal 19 s.d 25 adalah tanggal biasanya bro Aan (begitu sapaannya) menyantuni anak yatim. Pada tanggal yang sama Allah memanggilnya, 19 Desember 2020.

Satu per satu daun berguguran. Jatuh ke bumi dimakan usia.


"Bro, tulis aja Hamba Allah ya..." ini chat pertama yang saya terima. Bertahun-tahun sedekah itu tak ingin diketahui orang, bahkan termasuk anak-anak asuhnya sendiri.

Seperti kata Ulama, "Buatlah amal sholeh yang hanya Allah dan kita sendiri yang tahu."

Agar terjaga ikhlasnya, untuk bekal di hari kita menghadap-Nya.

"Semoga memberikan kebaikan buat anak-anak." Ini chat WA terakhirnya (20 November 2020). Tak biasanya dia memberikan noted dalam kirimannya (biasanya dia hanya mengirimkan bukti transfer saja). Namun kali ini berbeda. Doa itu kini benar-benar telah mengantarkan kepergiannya. Saat-saat terakhir hidupnya masih memikirkan anak-anak yatim yang disantuninya setiap bulan.

Bukti chat WA ini saya lampirkan di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10224099848179877&id=1110265869 untuk menginspirasi akan amalan yang istiqomah, yang terjaga konsisten. Sejak awal tahun ini, tak sekalipun sedekahnya tersendat, meski pandemi datang menghambat.  

"Siapa yang berinfaq sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu!.... Jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari Babus Shadaqah (pintu sedekah)..." (HR. Bukhari no.3666, Muslim no.1027).

Selamat jalan brother, Ahmad Anis Fuad, ayah bagi 10 anak yatim binaan YMI di pelosok desa. Kami semua bersaksi atas kebaikanmu.

Selamat menjemput keindahan, bertemu Rabb penguasa alam.

Al-Fatihah...

Adhi Azfar (Ketua Umum YMI / Teman seangkatan almarhum di Teknik Gas Petrokimia Universitas Indonesia, Angkatan '95.)

0 Response to "Tak Ada yang Menghalanginya dari Sedekah kecuali Kematian (Kisah Inspirasi dari Seorang Ayah bagi Anak Yatim di Desa)"

Post a comment