Malam Tahun Baru : Tidak Mengikuti Sesuatu Tanpa Ilmu, Jangan Menyerupai Orang Kafir


Tahun 2020 akan segera berakhir. Biasanya di Indonesia banyak melakukan perayaan yang sifatnya hura-hura, sangat berpotensi terjerumus dalam kemaksiatan. 

Dalam menghadapi pergantian tahun ini, ada rambu-rambu yang perlu kita perhatikan.

1. Tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu

Ikutan-ikutan melakukan suatu pekerjaan tanpa ilmu adalah pekerjaan terlarang. Termasuk diantaranya ikut-ikutan menyemarakan tahun baru dengan hura-hura, perbuatan maksiat dan kesia-siaan, sebagaimana yang dilakukan di negara-negara barat.

"Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, akan dimintai pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isro' ayat 36).

Ayat ini (menurut Al-Maraghi, 1946), melarang kita untuk melakukan perbuatan dan perkataan kecuali sudah dipastikan kebenarannya. Baik kebenaran yang telah disaksikan melalui mata, telinga dan akal sehat. Juga dilarang melakukan suatu perbuatan kecuali perkara yang tegas diperbolehkan dan tidak ada dalil yang melarangnya. Karena nanti di yaumil akhir, semua anggota tubuh kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

Prinsipnya, jangan latah, hanya karena perbuatan itu sering dan biasa dilakukan ditengah masyarakat, sehingga kita membenarkannya tanpa ilmu.

2. Jangan menyerupai orang kafir

Tasyabbuh bi Al-Kuffar (mengikuti orang kafir) sering terjadi tanpa disadari oleh kaum muslimin, khususnya pada malam tahun baru.

Sejarah perayaan malam tahun baru dengan kegiatan hura-hura berasal dari negara-negara barat, dan masuk ke negeri-negeri Islam. Ini merupakan perang pemikiran (Ghazwul Fikri) dengan menghancurkan pola pikir umat Islam, sehingga umat Islam akrab dengan budaya dan tradisi barat.

"Wahai orang beriman, jika kamu mengikuti segolongan dari orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah kamu beriman." (QS. Ali Imron ayat 100).

"Tidaklah termasuk golongan kami, orang yang menyerupai selain kami. Janganlah menyerupai orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Tirmidzi). Hadits ini dikuatkan oleh riwayat lain sehingga menjadi kuat (menurut Al-Ma'uth).


Tasyabbuh (mengikuti) yang dilarang adalah menyerupai orang kafir dalam kekhasan dan perilaku mereka berdasarkan agama dan keyakinannya. Meskipun demikian, ada penyerupaan yang diperbolehkan. Hukumnya mubah, bila perbuatan tersebut bukan merupakan identitas atau simbol agamanya.

Perayaan tahun baru memang sekilas seperti kebiasaan saja. Padahal sesungguhnya itu adalah cerminan dari simbol dan identitas agama tertentu. Misalnya topi sinterklas, tiup terompet dan berbagai aktifitas lainnya saat menyambut tahun baru. Kehati-hatian menjadi sikap yang perlu kita kedepankan agar kita tidak terjerumus dalam perbuatan menyerupai orang kafir (Tasyabbuh bi Al-Kuffar).

Bersama YMI, Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa. Ayo Jadi Orang Tua Asuh. CP. 0812881.50526

0 Response to "Malam Tahun Baru : Tidak Mengikuti Sesuatu Tanpa Ilmu, Jangan Menyerupai Orang Kafir"

Post a comment