Terdepan Dalam Memberdayakan Anak Hingga Pelosok Desa

Kajian YMI : Kisah Himar, Keledai Lemah Halimatus Sa'diah yang Jadi Jalan Mendapatkan Anak Asuh Rasulullah SAW


(Kajian Islam Virtual YMI November 2020)

Setiap akhir bulan, YMI menggelar kajian Islam bulanan. Khusus selama pandemi, kajian digelar secara virtual, diikuti anak asuh yang sudah SMA dan para santri di seluruh cabang YMI di Sumatera, Jawa hingga Lombok.


Bulan November 2020 ini, panitianya adalah Gen Muda YMI Boyolali, mengambil tema tentang I'tibar Maulid Nabi sebagai spirit menggapai asa. Narasumber Ust Ngizan (Ketua YMI Boyolali) dan keynote speaker Abi Adhi Azfar (Ketua Umum YMI).

I'tibar adalah mengambil pelajaran atau ibroh. Dapat juga diartikan mengambil hikmah, dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momentum kelahiran Nabi perlu diingatkan kepada kaum muslimin, agar terus menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan, panutan dan uswah.

Keluhuran akhlak Rasulullah SAW yang dipuji oleh masyarakat, tak hanya bagi kaum muslimin saja. Bahkan Allah SWT pun bershalawat kepada Nabi.

"Innallaha wa Malaikatahu yusholluna 'alan nabi..." Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56).

Tidak ada satu amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT, melainkan Allah SWT sendiri yang langsung mengerjakannya, yaitu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pada ayat ini, Allah dan malaikat bersholawat, baru setelah itu memerintahkan orang beriman untuk bersholawat kepada Nabi.

Itulah mengapa orang yang tidak mau bersholawat kepada Nabi adalah termasuk orang yang kikir, pelit, bakhil. Bersholawat itu mudah, tidak susah-susah amat. Apalagi dibandingkan dengan amalan lain seperti qiyamullail, shaum, zakat dan lain sebagainya, yang tentu tak semua orang bisa mengamalkannya. Maka, bersholawatlah, sebagai salah satu amal ibadah kita.


Ketika Nabi kecil, beliau SAW diasuh dan disusui oleh seorang wanita bernama Halimatus Sa'diyah. Kisah Halimah mendapat anak asuh bernama Muhammad ini dijelaskan dalam kajian virtual YMI ini.

Saat itu, Halimah didampingi suaminya, bersama rombongan menuju Mekkah, untuk mencari anak-anak asuh. Karena Halimah hanya memiliki seekor himar, yaitu semacam keledai atau kuda yang sangat kecil dan lemah, maka jalannya sangat lambat, sehingga Halimah tertinggal dari rombongan, yang kebanyakan menggunakan kuda-kuda yang kuat karena mereka memiliki harta yang berlimpah.

Rombongan ini adalah Bani Sa'ad yang sengaja datang ke Mekkah mencari bayi-bayi yang masih menyusu dengan harapan mendapat bayaran dan hadiah.

Setibanya di Mekkah, ternyata semua anggota rombongan sudah mendapatkan anak asuh. Tinggal Halimah dan suami yang datang paling belakang.

Hanya ada 1 anak tersisa, yaitu seorang anak yang yatim dan tidak memiliki apa-apa. Dialah, Muhammad Rasulullah SAW.

Halimatus Sa'diah pun akhirnya bersedia mengasuhnya. Pasangan orang tua dan anak asuh ini yang kemudian Allah takdirkan menjadi sejarah bagi kaum muslimin. Orang tua asuh yang miskin mengasuh anak yang juga miskin. Lalu dengan karunia Allah, mereka pun menjadi kuat, bahkan menjadi pemimpin dunia, yang membangun kejayaan dan kemuliaan umat Islam. #

Bersama YMI, Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa. Ayo Jadi Orang Tua Asuh. CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Kajian YMI : Kisah Himar, Keledai Lemah Halimatus Sa'diah yang Jadi Jalan Mendapatkan Anak Asuh Rasulullah SAW"

Post a Comment