Gaji 100 Ribu per Bulan, Guru Honorer di Desa Menyekolahkan 50 Anak Yatim Dhuafa

Rapat Guru MTs

Sore hari yang mendung itu, ternyata menjadi saksi bagi sebutir kebaikan dari beberapa guru honorer di desa. Tepatnya di kampung Cibagolo, Picung, Pandeglang, Banten. Dalam rapat guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Munashoroh, para guru sepakat menyisihkan gajinya untuk menyantuni anak yatim dhuafa yang sekolah di MTs.

Berapa gaji para guru itu? Sebulan mereka dikasih Rp.100.000, sebagai upah mengajar anak-anak desa yang rata-rata pernah putus sekolah, dhuafa dan tidak punya orang tua yang lengkap.

Ruang Kelas MTs

MTs Munashoroh yang didirikan 5 tahun lalu itu, memang gratis untuk anak-anak kampung Cibagolo dan sekitarnya. Ada anak yang dari desa Kolelet, desa Kadupandak dan kampung Pasir Peundey.

Tak hanya gratis. Murid MTs juga dapat seragam sekolah, baju olahraga, buku dan perlengkapan alat tulis. "Agar anak-anak mau kembali ke sekolah, banyak yang kita gratiskan," ujar Kepala Madrasah Ridwansyah.

Selain dapat seragam, baju dan buku, anak-anak juga dapat uang santunan lewat program Orang Tua Asuh bagi anak yatim desa, yang digulirkan YMI (Yayasan Munashoroh Indonesia) cabang Pandeglang.

Nah....disini titik persoalannya. Saat ini anak-anak desa yang belajar di Madrasah gratis ini makin bertambah. Sudah lebih dari 50 anak. Disisi lain, wabah Covid-19 telah membuat banyak dermawan yang mengalami kesulitan, karena terkena PHK, potongan gaji, atau menurunnya omset dagangan. Akhirnya, para donatur menunda pengiriman sedekah rutinnya.

Para guru honorer ini pun mengambil peluang amal sholeh ini. Berganti peran dengan kaum aghniya yang sedang kesulitan akibat pandemi. Dari gaji Rp.100.000 per bulan, yang Rp.50.000 nya disedekahkan untuk anak MTs dalam program Anak Asuh. Para guru honorer itu kini jadi orang tua asuh.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, para guru honorer ini ada yang jadi tukang ojek di desa, jualan kue, dan berbagai pekerjaan lain, yang penting halal dan berkah.

Kemah Pramuka Murid MTs

Kini MTs Munashoroh sudah meluluskan dua angkatan. Dalam satu angkatan ada 14-18 murid. Program anak asuh YMI Pandeglang yang sudah berjalan 10 tahun pun sudah mengirimkan 7 anak asuhnya untuk kuliah hingga sarjana. Insya Allah, selalu ada kemudahan, bagi mereka yang mau berbuat baik. 

Semoga ini semua jadi amal kebaikan untuk menggapai kemuliaan di yaumil akhir kelak. Barokallah Fiikum. #

Ayo Jadi Orang Tua Asuh, CP. 0812.881.50526

0 Response to "Gaji 100 Ribu per Bulan, Guru Honorer di Desa Menyekolahkan 50 Anak Yatim Dhuafa"

Post a comment