Al-Qur'an adalah Obat, Jaga Imunitas Selama Pandemi dengan Membaca Al-Qur'an


Kisah tentang pasien Covid-19 yang sembuh karena membaca Al-Qur'an banyak kita temukan. Di Aceh, ada seorang pasien yang terpapar Covid-19, sembuh setelah mengkhatamkan Al-Qur'an. Di Lampung, pria berusia 54 tahun yang sempat terpuruk setelah dinyatakan positif Covid-19, sembuh setelah rajin membaca Al-Qur'an. 

Demikian juga kisah pasien Covid-19 di Jombang (Jawa Timur), Batang (Jawa Tengah) dan berbagai daerah lainnya. Al-Qur'an menjadi obat, penawar untuk kesembuhan dari penyakit.

“Dan kami turunkan Al-Qur'an sebagai obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra : 82).


Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan tentang ayat ini. Maksud obat penawar adalah Al-Qur'an dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti penyakit hati, kemunafikan, kemusyrikan, kesesatan dan tidak istiqomah (Shahih Tafsir Ibnu Katsir Juz 15, hal 441).

Sedangkan Al-Qurthubi mengungkapkan bahwa membaca Al-Qur'an menjadi terapi untuk menyembuhkan penyakit jasmani. Demikian juga Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, menyatakan bahwa membaca Al-Qur'an dapat mengobati penyakit jasmani dan rohani seseorang. 

Itulah mengapa Al-Qur'an disebut Syifa' (obat) yang dapat menjadi penawar untuk proses kesembuhan dari penyakit. 


Munculnya teknik pengobatan dengan terapi suara juga mengadopsi dari kisah kesuksesan orang-orang yang sembuh dari penyakit dengan membaca Al-Qur'an. Ini diteliti oleh para ilmuwan barat khususnya yang berasal dari Amerika Serikat. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Muhammad Salim di Universitas Boston, Alfred Tomatis dari Prancis, Abraham Nicole dan Victor Iron dari Amerika Serikat, semuanya menguatkan teorema bahwa vibrasi (getaran) dari bacaan ayat suci Al-Qur'an menghentikan pergerakan virus dan kuman dalam tubuh. Disaat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif kembali.

Sel-sel tubuh yang rusak kembali pada keseimbangannya, bahkan sekaliber sel kanker sekalipun, terhenti saat getaran bacaan Al-Qur'an dikumandangkan.

Oleh karena itu, masa pandemi Covid-19 ini perlu dioptimalkan umat Islam untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an, karena membaca Al-Qur'an bukan hanya bernilai ibadah, tapi banyak kebaikan yang lahir dari getaran setiap huruf yang kita baca dalam Al-Qur'an. Syifa (obat penawar) adalah salah satu kebaikannya.

(Disampaikan oleh Ketua Umum YMI Abi Adhi Azfar sebagai Keynote Speaker Kajian Islam Bulanan Keluarga Besar YMI)

0 Response to "Al-Qur'an adalah Obat, Jaga Imunitas Selama Pandemi dengan Membaca Al-Qur'an"

Post a comment