Kisah Qurban Patungan Anak Yatim di Desa

Patungan qurban sapi dari 7 orang dewasa sudah sering kita dengar. Latihan qurban anak-anak sekolah juga banyak yang melakukan. Tapi kalau yang patungan qurban adalah anak-anak yatim di desa, tentu mereka bukan anak yang biasa-biasa saja.

Ada 6 anak di sebuah desa bernama desa Branti, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Semuanya sudah tak lagi merasakan kasih sayang ayah. Sejak mereka masih kecil.

Selama berbulan-bulan, anak-anak ini menabung seribu rupiah sehari. Uang yang ditabung itu seringkali berasal dari uang santunan yatim yang diterima anak-anak ini.

"Aku ingin ikutan qurban Bunda," ujar anak-anak sambil sedikit merengek ke Bunda Yani, pengasuh anak-anak ini di Rumah Qur'an YMI (Yayasan Munashoroh Indonesia).

Bunda akhirnya membelikan celengan besar untuk anak-anak ini. Sebagian mereka sudah duduk di bangku SMP.

Celengan Qurban Anak YMI

Jelang hari raya qurban kemarin, 6 anak asuh ini menyerahkan celengannya ke Bunda. Alhasil, ada uang logam dan uang kertas seribuan yang lecek dalam celengan.

Dihitung... Masih kurang nak... Bunda Yani terus berpikir gimana caranya supaya keinginan anak-anak ini tercapai. Mereka bukan patungan untuk beli Games Playstation, bukan untuk jalan-jalan senang-senang, tapi mereka ingin latihan qurban.

Bunda teringat putera-puteri dan menantunya yang gemar berinfak. Tak butuh lama, sebuah kambing qurban dibeli dengan harga Rp.1.950.000 hasil patungan 6 anak asuh YMI ini ditambah uang Mbak Citra, puteri dari Bunda Yani.

Hari tasyrik terakhir, 13 Dzulhijjah 1441, kambing qurban pun disembelih di Rumah Qur'an, tertera disitu nama anak asuh YMI dalam daftar para pequrban.

"Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Allahu Akbar..." Takbir bersenandung haru saat kambing qurban dari anak-anak asuh ini disembelih. Disembelih langsung oleh Gurunda Ustadz Zainal Abidin sambil meneteskan air mata.

Memang, qurban adalah ibadah perorangan. 1 orang berqurban dengan 1 ekor hewan. Namun bagi mereka yang latihan qurban, tentu ada pahala kebaikan yang mengalir. Apalagi yang sedang berlatih qurban ini adalah anak-anak yang sudah ditinggal wafat ayahnya. Semoga kebaikannya mengalir untuk sang ayah.

"Nabi SAW menyembelih 2 ekor kambing qurban yang gemuk bertanduk. Yang pertama untuk umatnya, dan yang kedua untuk diri beliau dan keluarganya." (HR. Ibnu Majah)

Semoga Allah SWT merahmati ayah dan ibu dari 6 anak desa ini :
1. Zaskia
2. Dani
3. Aditya
4. Ina Safira
5. Mutia
6. Barkah

Semoga Allah melapangkan kubur ayah mereka, diterangi dengan cahaya Allah, dan Allah kumpulkan mereka kembali di surga Allah kelak.

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 081288150526 (WA)


0 Response to "Kisah Qurban Patungan Anak Yatim di Desa"

Post a comment