Jejak - jejak Rindu di Tanah Rantau

Oleh Muh. Bayu Adi Pratama (Gen Muda YMI)

Cantik seperti tanah di seberang laut
Indah seperti halaman orang
Tapi tak pernah cantik seperti kampung halaman
Senyap...Sejuk... Menggigil... Letih... Lesu.

Perfects whitening sadness in the heart of space.

Senyumku... rinduku... dan air mataku...
Merantau bersama mimpiku di tanah ini
Di tanah rantau ini...

Di dalam kesendirian, kupecahkan teka teki hidupku
Teka teki zamanku yang penuh tanya

Tolong sampaikan pada ibuku
Akupun menangis ketika
Ia menangis merindukanku
Bertahun-tahun tak pulang
Bukan karena aku tak merindukan darahnya yang mengalir di nadiku
Juga tak mungkin aku melupakannya

Akan tetapi sebagaimana yang telah di jelaskan dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 10.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Aku bertahan di tanah ini menjadi sang perantau. Wal Fajr, Wad Dhuha dan Wal Asr. Semua tentang waktu

Yang ku ingat pesannya
Jangan sekali-kali berharap kepada manusia
Oleh karenanya, jika saya berharap kepada manusia maka "Qulhuwallahu Ahad Allahusshomad” ku tumbang

Ikhlas... ikhlas... ikhlas 
Ikhlas itu adalah jika kita sudah memberikan yang terbaik, meski kita tidak mendapatkan balasan yang baik karena masih kucari kehidupan sejatiku.

Aku tak akan mundur dari beratnya perjuangan ini. Aku masih puteranya yang selalu ia banggakan.

Dengan sepasang kaki yang berdarah
Aku berdiri di atas tanah rantau ini
Berjanji untuk kembali di suatu hari nanti

Bismillah... Bismillah... Bismillah...

Seindah bunga-bunga surga adalah kembali ke kampung halaman kita untuk membawa perubahan. #

Salam semangat untuk semua sahabat Gen Muda YMI.

0 Response to "Jejak - jejak Rindu di Tanah Rantau"

Post a Comment