Cuplikan Arahan Ketua Umum YMI pada Pembukaan RAKERNAS YMI 2020 di Boyolali

Dihadapan pengurus cabang YMI (Sumatera, Jawa, Lombok) dan Guru Sekolah Qur'an yang dikelola YMI, serta dihadiri Kabag Kesra Pemda Boyolali (mewakili Bupati Boyolali), Wakil Ketua DPRD Boyolali, Kepala Desa dan Tokoh Ulama setempat, berikut cuplikan Pidato Pembukaan Ketua Umum YMI pada RAKERNAS YMI 2020 di Boyolali, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 7 Maret 2020.

Assalamu'alaikum wr.wb
Makan Ikan Bersama Kekasih
Kekasih Hati Lama Dinanti
Para Sahabat yang Wajah dan Hatinya Bersih
Selamat Datang di RAKERNAS YMI

Para Sahabat yang saya cintai
Ada orang yang mencari kebahagiaan dengan liburan keluar negeri. Ada juga yang dengan cara membeli rumah baru lengkap dengan furniture yang mewah. Namun apakah mereka menemukan kebahagiaan. Ternyata tidak. Kalaupun berbahagia, itu hanya sesaat saja. 

Itu karena mereka lupa bahwa dalam tubuh manusia itu bukan hanya ada jasad, tapi juga ada ruh. Jasad bisa dibahagiakan dengan jalan-jalan keliling dunia. Tapi ruh, hanya bisa dibahagiakan dengan hati yang bersih, kelapangan dada, ridho akan ketetapan-Nya serta memiliki rasa rindu untuk bertemu dengan teman-teman yang hatinya terpaut dalam keimanan dan perjuangan membangun umat.

Rasa rindu itu yang terjadi hari ini. Banyak keterbatasan kita (khususnya finansial) tapi kita memyempatkan bertemu di Boyolali ini meskipun jauh jaraknya dari lokasi tempat tinggal kita. Dari Empat Lawang (Sumatera Selatan) ke Boyolali (Jawa Tengah) ini ditempuh dalam 2 hari perjalanan darat, itu juga belum ditambah adegan nyasar. YMI Lombok berangkat sejak hari Rabu, menerjang gelombang laut dan angin darat sepanjang malam dan siang. 

Ada kerinduan untuk bertemu sesama pengurus YMI yang telah sama-sama memperjuangkan pembinaan anak-anak di desa. Hati yang terpaut dalam balutan ukhuwah persaudaraan Islam mengalahkan letihnya perjalanan dan dinginnya malam.

Karena itu, yang ingin saya sampaikan dalam pembukaan RAKERNAS 2020 ini, pertama adalah bersyukurnya kita akan nikmat persaudaraan ini, karena Allah SWT yang telah menyatukan hati kita.

Jawabannya ada dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 63, "Wa Allafa Baina Qulubihim Lau Anfaqta Maa Fil Ardhi Jami'a, Maa Allafta Baina Qulubihim...."

"Dan Allah yang mempersatukan hati mereka (orang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan dimuka bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka...." (QS. Al-Anfal : 63)

Sekarang kita cek diri kita masing-masing. Kita banyak berbeda. Kita dari daerah dan budaya yang jauh berbeda. Sumatera, Jawa, Sunda, hingga Lombok. Pendidikannya juga berbeda. Ada yang SMA, S1, S2. Latar belakang belajar agamanya berbeda. Ada NU, Muhammadiyah, Dewan Dakwah, Nahdhatul Wathon, dan lain-lain.

Namun tak kita rasakan adanya perbedaan itu. Karena YMI punya Nilai Perjuangan yang disebut UNITY (kesatuan), yaitu memprioritaskan membangun kesatuan dengan mengoptimalkan kesamaan, tanpa meninggalkan upaya komunikasi mengatasi perbedaan.

Kesungguhan kita selama ini membina anak-anak di pelosok desa, itulah yang dibayar Allah secara kontan. Lunas. Allah memilih mereka yang berjuang dengan sungguh-sungguh. Ini ada dalam surat Al-Hajj ayat 78, "Wajahidu Fillah Haqqa Jihadih, Huwajtabakum..."

"Dan bersungguh-sungguh kamu dijalan Allah, dengan kesungguhan yang sebenar-benarnya, maka Allah memilih kamu..." (QS. Al-Hajj : 78).

Hal kedua adalah jaga dan kuatkan hubungan kita dengan Allah. Kunci sukses utama bagi orang beriman adalah kuatnya hubungan dengan Allah. Sumber kesuksesan ada pada Allah SWT. Dia Maha segalanya. Maha memberi, Maha Petunjuk. Dia menunjukan hati manusia, agar manusia menyetujui apa yang kita inginkan.

Contohnya begini. Ada yang tiba-tiba mentransfer sejumlah uang infaq, padahal belum lama kenal dengan orang tersebut. Ini sering saya alami. Ternyata dia terenyuh hatinya saat membaca salah satu kisah di website YMI.

Bukan kita yang meyakinkan orang untuk berinfaq ke YMI, tapi Allah yang menuntun hati para dermawan untuk berderma bagi anak-anak binaan kita.

Allah adalah pemilik hati. Ini jawabannya.

Kadang kita tidak tahu mengapa ada orang yang berinfaq lewat YMI, padahal kita belum kenal dengan orang itu. Atau ketika kita mengadakan kegiatan, semua kebutuhannya terasa cukup saja. Itu semua karena Allah yang mencukupkannya.

Karena itu kuatkan hubungan dengan Allah, jangan tinggalkan sunnah Rasulullah. Bila suatu ketika kita merasakan ada penurunan pencapaian dana, maka cek apakah Qiyamullail kita mengendor, Tilawah Al-Qur'an kita berkurang atau jarang Shaum Sunnah.

Hal ketiga yang perlu kita miliki saat ini adalah keinginan untuk terus bergerak bersama-sama, dan beriringan. Ada yang jadi Ketua Cabang, ada yang tugasnya buat laporan, ada yang mengajar anak-anak, ada yang kerjaannya bersih-bersih, nyapu, merapikan barang-barang di Rumah Qur'an.

Semua punya peran masing-masing. Memang, Ketua cabang itu disebut sebagai jantungnya organisasi. Tidak jalan kalau jantungnya tidak berdenyut. Sedangkan yang lain adalah tangannya, matanya, kakinya, telinganya. Semua penting.

Bayangkan bila manusia berjalan tanpa mata, atau manusia hidup tanpa tangan. Pasti tak enak dipandang. Seperti itulah organisasi. Jangan pernah merasa remeh atas apa yang kita kerjakan. Ikhlas dan Ihsan beramal itu yang terpenting.

Kita ingin bergerak bersama-sama. Dan terus bergerak sampai surga-Nya. Tahun 2020 ini kita ingin terbang tinggi, YMI ingin lebih kokoh memberi manfaat untuk umat. Ibaratnya "Kita mau lepas landas." Kalau helikopter lepas landas, tentu semuanya harus bergerak. Mesinnya bergerak, baling-balingnya bergerak. Jangan ada yang diam berleha-leha.

Kita ingin membersamai YMI ini karena kita yakin YMI akan jadi kendaraan kita menuju surga Allah. Karena itu bergerak bersama-sama hingga Allah tetapkan kehendak-Nya dengan kebahagian abadi di surga kelak.

Semoga Allah selalu ridhoi setiap langkah kita.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq
Nashrun Minallah Wa Fathun Qorib
Hadanallahu Waiyyakum Ajma'in
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah

Wassalamu'alaikum wr.wb

Adhi Azfar
Ketua Umum YMI

0 Response to "Cuplikan Arahan Ketua Umum YMI pada Pembukaan RAKERNAS YMI 2020 di Boyolali"

Post a comment