Corona dan Renungan Kehidupan

Oleh Mujadid Fauzan (Gen Muda YMI)

Hari ini, kita sedang benar-benar berada ditengah Pandemi global. Sebuah virus yang mematikan telah tersebar di seluruh dunia. Bumi seakan terhenti, ekonomi melambat,  terjadi kekacauan dimana-mana.

Semua orang hampir menggila, rak-rak makanan di supermarket mulai kosong. Masker ludes, Handsanitizer sulit ditemukan, orang-orang berebut stok pangan, bahkan ada yang sampai bertengkar. Semua orang menjadi ketakutan, seakan-akan virus ini bagaikan malaikat maut yang sedang mencari mangsa.

Memang virus yang dinamakan Corona ini sangat sulit dikendalikan, penularan penyakit yang disebabkan virus ini sangat mudah. Jumlah yang tertular dan korban meninggal terus meningkat sedangkan titik pengobatan yang efektif belum juga ditemukan.

Tapi kita tetap harus ingat untuk menjadi manusia yang baik, dan terus menjaga satu sama lain sebagai manusia. 

Selalu ada 2 sisi terbalik di dunia, ada sisi baik atau buruk. Virus ini diciptakan bukan tanpa sebab, kita dapat mengambil pelajaran dari wabah yang sedang menguji kita saat ini. 

Pertama, semua orang akan sadar betapa berharganya hidup ini.

Saat kehidupan berjalan normal, kita berpikir kita tak akan terkalahkan, kita terus berpikir hidup sempurna, nyaman, senang-senang. Hingga akhirnya ujian itu datang.

Corona.... mengingatkan kita... betapa rapuhnya kita saat ini.

Betul. Kejadian ini mengingatkan kita betapa berharganya kehidupan, dan betapa rapuhnya kita. Virus ini tak dapat dilihat tanpa mikroskop, tapi memberikan dampak yang begitu besar di hampir seluruh sektor kehidupan. Ekonomi, sosial, keamanan negara, kesehatan hingga sendi-sendi agama.

Kedua, situasi ini membuat kita merenungkan mengapa kita ada disini? Karena sebelum ini pasti kita punya keinginan, ada hal-hal yang ingin kita capai, dan normalnya ini berhubungan dengan pencapaian duniawi. 

Kita ingin jadi orang kaya, ingin punya rumah mewah, dan sebagainya. Kita sungguh mengejar hal-hal itu, tapi ketika situasi seperti ini terjad, pantas bagi kita merenungkan kembali makna kehidupan kita.

Apakah hidup hanya sekedar mencari kekayaan atau mendapatkan lebih banyak harta. Sekedar itukah?

Itulah mengapa Allah uji saat ini dengan satu makhluk kecilnya yang dinamakan Corona.

Ketika nanti kita keluar dari Pandemi ini, kita harus bisa belajar bagaimana menghargai kehidupan.  

Hal ketiga (terakhir) yang sangat berhubungan dengan Islam, adalah tentang kebersihan. Kita diberitahu oleh para ahli kesehatan bahwa salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk menjaga diri dari virus ini adalah dengan cuci tangan. 

Kita telah diajarkan Rasulullah SAW bahwa kita harus menjaga kebersihan. Beliau SAW mengajarkan kita berwudhu untuk bersuci selama 5x sehari sebelum shalat. Wudhu memastikan kita untuk menjaga kebersihaan diri, terlebih lagi tangan. 

Kita tahu dalam Islam bahwa Allah telah memberitahu kita bahwa tujuan hidup adalah untuk mengenal dan menyembah-Nya. Dan Allah juga menjelaskan bahwa dia akan menguji kita dengan berbagai hal.

Tentu saja ini juga adalah bagian dari ujian, jadi kita harus tetap bersabar, kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi manusia yang baik, tetap menolong sesama, dan jangan menjadi egois di masa seperti ini.

Dan ingat, segala musibah yang terjadi di bumi semuanya telah  ditulis di Lauhul Mahfuzh sebelum Allah mewujudkannya. #

0 Response to "Corona dan Renungan Kehidupan"

Post a comment