Corona dan Isra Mi'raj, Ujian Paham Materialisme

Oleh Emak Lisda

Mempercayai kekuasaan Allah berupa perjalanan Isra Mi'raj mengajarkan bahwa Allah Maha Kuasa. Perjalanan yang seolah tak masuk akal dapat terjadi dengan kekuasaan Allah. Diperlukan kacamata keimanan untuk mempercayanya.

Peristiwa yang tak masuk akal. Seorang anak manusia mampu pulang pergi dari bumi ke ujung langit hanya dalam satu malam.

Rasulullah SAW mengawali perjalanannya dari Mekah, menuju Baitul Maqdis dan berujung di Sidhratul Muntaha. 

Peristiwa bersejarah ini menjadi lebih bermakna saat kita sedang menghadapi wabah corona. Wabah yang mematikan ribuan manusia di berbagai penjuru dunia. Makhluk yang tak telihat secara kasat mata ini telah memberi pelajaran kepada kita bahwa tidak selamanya dunia ini bisa dipandang dengan sesuatu yang terlihat oleh mata, dan mengesampingkan segala sesuatu yang ghaib. Mereka itulah penganut paham kebendaan (materialisme).

Materialisme merupakan sebuah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah yang berupa materi (uang, emas, harta, dll). Orang yang menganut paham materialisme disebut materialis. Para penganut materialisme tersebut tidak meyakini adanya alam gaib dan selalu berpikir bahwa materi adalah satu-satunya substansi.  

Ketika seseorang tidak mempercayai adanya alam ghaib, bagaimana bisa mereka mempercayai keberadaan Tuhan yang tidak kasat mata? Sedangkan alam ghaib menurut Islam adalah benar adanya dan wajib diimani bagi kaum muslim.

Paham materialis juga menanamkan pemikiran, bahwasannya kemuliaan seseorang diukur dari materi yang ia punya. Semakin banyak materi yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi kemuliaannya dan harus dihormati. Dan kebalikannya, orang yang memiliki materi sedikit dipandang rendah dan dihina.

Filsafat materialis membuat manusia melupakan Sang Pencipta. Paham materialis yang memandang segalanya dari segi materi, tidak dapat dipungkiri bahwa paham tersebut dapat membuat manusia melupakan pencipta-Nya.

Materialisme atau paham kebendaan telah membuat manusia kehilangan orientasi hidup, melupakan tujuan penciptaan. Segala sesuatu yang dilakukan jadi serba komersial, padahal manusia adalah makhluk sosial.

Kalau sudah serba pamrih bisa ditebak, manusia mengabaikan nilai-nilai demi mengejar nominal. Manusia jadi saling menjajah sesamanya, menjual harga diri, rela menjadi alas kaki, mudah dibeli. Pola fikirnya jadi pragmatis, serba instan, motif atau modusnya hanya soal materi. 

Melalui makhluk sangat kecil ini, Allah menegur manusia akibat keserakahannya dan kepongahannya. Bahwa mereka hanyalah makhluk lemah tak berdaya. Bahkan hanya dengan makhluk tak telihat saja, manusia porak poranda. #

0 Response to "Corona dan Isra Mi'raj, Ujian Paham Materialisme"

Post a comment