Keistimewaan Cinta dan Kasih Sayang Rasulullah SAW

Oleh Hamidah Nur Azizah (Ketua Gen Muda YMI)

Nabi Muhammad SAW merupakan contoh manusia sempurna dalam menjalin kekerabatan serta berkasih sayang. Cintanya kepada para kerabatnya menjadi rahmat bagi mereka. Berkat cintanya, keberadaan beliau menjadi tempat mengadu saat kerabatnya. Berkeluh kesah, sabagai penawar di kala sakit, penghibur ketika berduka dan tempat berbagi cerita untuk menumpahkan gundah gulana.

Setiap orang yang memiliki hubungan kerabat dengan Nabi, pasti akan beliau kunjungi. Baik jauh maupuan dekat, dalam keadaaan sakit maupun sehat, miskin maupun kaya, sengsara maupun bahagia dan sedih maupun gembira. Beliau menjalin keakraban serta mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

Inilah keistimewaan Cinta Nabi SAW. Pertama, cinta Nabi selalu berlandaskan ketulusan.

Orang-orang yang berhati bersih sangat senang berhubungan dengan beliau. Bahkan ketika Nabi dan para pengikutnya mengalami pemboikotan oleh kaum kafir Quraisy, sebagian kerabatlah yang melindunginya, meskipun masih kafir. Para kerabat mau melindungi Nabi dan rela menderita demi beliau karena mereka mengakui bahwa cinta dan perhatian Nabi kepada mereka sangatlah besar.

Kedua, Nabi sangat dikenal sebagai saudara mereka yang paling senang membantu kerabatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah kepada orang miskin hanyalah sedekah. Akan tetapi bila kepada kaum kerabat ada dua pahala, yaitu sedekah dan silaturahim.” (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah)

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Ketiga, ketika para kerabat sakit, Nabi tidak lupa mengunjungi dan mendoakan kesembuhan bagi mereka.

Diantara doa ketika sakit yang beliau ajarkan kepada para sahabatnya adalah

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, مذْهِبِ الْبَأْس, اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Rabbnya manusia Yang Menghilangkan kesusahan, berilah kesembuhan, Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan.  Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR Bukhari 541).

Keempat, Rasulullah sangat menginginkan kerabatnya selalu berada dalam kebaikan.

Anas bin Malik RA. berkata, “Aku belum pernah melihat seseorang mengasihi dan menyayangi keluarganya melabihi Rasulullah SAW.” (HR.Muslim)

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)

Selaku ummat Nabi Muhammad SAW, kita juga harus bisa senantiasa berbuat baik kepada para kerabat. Diantaranya tidak membiarkan terjadi kepada kerabat kita seperti umumnya masyarakat miskin. Mereka hidup sebatang kara, karena kehilangan saudaranya.

Semoga Allah SWT memberkahi keluarga kita, senantiasa mengeratkan kekerabatan antar saudara.#

0 Response to "Keistimewaan Cinta dan Kasih Sayang Rasulullah SAW"

Post a Comment