Cuplikan Nasehat Pernikahan Ketua Umum YMI dalam Akad Nikah Teh Iffah, Pengurus YMI Cirebon

Barokallahu Teh Iffah (pengurus YMI Cirebon) yang hari Ahad kemarin (2/2) melangsungkan akad nikah di Suranenggala, Cirebon, Jawa Barat. Suasana terasa penuh khidmat saat Ijab Kabul dan Walimatul Ursy, sebagaimana Sunnah Rasulullah SAW.

Berikut kutipan Khutbah Nikah Abi Adhi Azfar (Ketua Umum YMI) dalam pernikahan Konipah (pengurus YMI Cirebon) dengan Achmad Sodikin.

\
Pertama, Doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk pengantin adalah Barokallahu Laka Wa Baroka Alaika Wa Jama'a Bainakuma Fii Khoir. Dalam doa ini Rasulullah SAW mengulang kata "Barokah" hingga 2 kali. Menunjukkan betapa pentingnya keberkahan dalam pernikahan.

Doa makan "Allahumma Bariklana Fiima Rozaqtana..." keberkahan disebut sekali. Doa saat Rasulullah masuk Mekkah "Li Ahli Makkata Barokah..." keberkahan juga disebut sekali. Doa memasuki bulan Rajab dan Sya'ban "Allahumma Bariklana Fii Rojaba Wa Sya'ban..." keberkahan juga disebut sekali.

Mengapa dalam doa pernikahan disebut 2 kali? Ini menunjukan begitu pentingnya keberkahan dalam rumah tangga yang dibalut ikatan pernikahan. Doa inilah yang mengganti doa bangsa Arab sebelum Rasulullah SAW mengajarkan doa "keberkahan" ini. Dulu, ketika ada penduduk Arab menikah, doa mereka adalah semoga langgeng, semoga banyak anak, dan seterusnya.

Rasulullah SAW kemudian mengganti doa tersebut dengan kata "Barokah" yang diulang 2 kali. Karena Berkah menghadirkan segala kebaikan (termasuk langgeng, banyak anak dan seterusnya). Karena berkah membuat yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak tidak menyulitkan.

Kedua, pahami tugas suami dan tugas istri. Memimpin Rumah Tangga adalah tugas suami, bekerja menjemput nafkah adalah tugas suami, mendidik anak-anak adalah tugas suami. Hingga membersihkan rumah, menyapu lantai, mengepel, mencuci piring, merapihkan kamar adalah tugas suami.

Lalu tugas istri apa? Tugas istri hanya 1, yaitu Taat pada suaminya. Taat saat disuruh bersihkan rumah, maka istri langsung membersihkan, ketika diperintahkan mencuci piring, harus taat mencuci piring. Ketika istri melakukan ini semua dalam rangka taat pada suami, inilah yang bernilai ibadah yang akan membawa istri ke surga. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Jika seorang wanita menunaikan shalat, berpuasa Ramadhan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya, Masuklah kedalam surga dari pintu mana saja yang kau kehendaki." (HR. Ahmad).

Yang ketiga, Mengelola Rumah Tangga. Rumah Tangga Sakinah, Mawadah Wa Rahmah, bukanlah Rumah Tangga yang tanpa masalah. Setiap kita pasti punya masalah. Setiap Rumah Tangga juga punya masalah. Itulah mengapa, Rumah Tangga Sakinah bukan Rumah Tangga yang tanpa masalah, tapi Rumah Tangga yang bisa menyelesaikan masalah-masalahnya.

Rasulullah SAW mengajarkan Ketika ada masalah, jangan marah. "Laa Taghdob Walakal Jannah" Jangan Marah Bagimu Surga. (HR. Thabrani). 

Ketika marah, jangan mencaci, karena ketika seorang mencaci maka dia akan dilaknat Allah. Bila orang dicaci membalas mencaci maki, maka keduanya dilaknat Allah. Na'udzubillah.

Itulah mengapa ketika dicaci orang, maka tinggalkan orang itu. Bila membalas, balaslah dengan kalimat salama. "Walladzina Khotobahumul Jahiluna Qoolu Salama." Maka ketika orang-orang jahil menyapa menghina mereka, maka mereka membalas dengan keselamatan (kebaikan). (QS. Furqon : 63).

Terakhir, Ketua Umum YMI menutup nasehat pernikahannya dengan pantun.

Buah Mentimun Buah Mangga
Di impor dari Kota Wuhan
Ceramahnya Jangan Lama-lama
Karena Mas Achmad dan Teh Iffah sudah Tak Tahan

Bersama Keluarga Besar YMI
Bangun Indonesia dari Desa




0 Response to "Cuplikan Nasehat Pernikahan Ketua Umum YMI dalam Akad Nikah Teh Iffah, Pengurus YMI Cirebon"

Post a Comment