Belajar Terlalu Lama, Apa Dampaknya....

Oleh Muhamad Irfan Maulana (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Setiap pelajar pasti menginginkan yang terbaik untuk pendidikannya, khususnya dalam hal prestasi dan nilai akademis. Banyak pelajar yang memaksa untuk mengikuti bimbingan belajar ini dan itu setiap hari agar nilainya selalu memuaskan. Apakah itu baik bagi perkembanganya? Mari kita bahas.

Kemampuan otak tiap pelajar itu berbeda. Jika seorang pelajar memaksakan untuk selalu belajar sedangkan kemampuan otak tidak sesuai, maka hanya akan menimbulkan tekanan dan dampak buruk pada diri sendiri.

Apa Dampak Buruknya? Ini dia....

1. Kurang bersosialisasi
Dampak buruk ketika seorang pelajar belajar terus-menerus dalam suatu ruangan, baik itu di kelas, rumah atau tempat les, maka akan mengurangi interaksinya dengan lingkungan. Lalu akan membuatnya sulit bersosialisasi dengan orang lain. Yang akan menyebabkan kurangnya rasa peka terhadap lingkungan dan meninggalkan tanggung jawab sebagai warga setempat.

2. Mudah Stres dan Depresi
Rajin belajar memang bagus, namun jika dipaksa melebihi kemampuan otak, maka akan berdampak pada munculnya stress. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapat keseimbangan antara kewajiban belajar dengan aktifitas yang bersifat senang-senang. Jika stress sudah terjadi maka seorang pelajar akan mudah mengalami depresi. 

3. Tidak aktif bergerak
Menurut riset dari DeSales University mengungkapkan bahwa terlalu letih saat belajar menjadikan pelajar hilang semangat dan tidak aktif bergerak. Dampaknya akan malas melakukan kegiatan berat seperti olahraga karena pikiranya sudah terlebih dahulu mengalami kelelahan.

4. Membuat tubuh cepat lelah dan mudah sakit
Belajar yang padat yang dilakukan setiap hari berulang-ulang tanpa memberikan istriahat bagi tubuh akan membuat tubuh menjadi lelah dan mudah sakit. Setidaknya tubuh memerlukan waktu tidur selama 10 jam per hari. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena obsesi yang berlebihan dalam belajar.

Sudah seyogyanya bagi kita para pelajar mengatur jadwal proporsional dalam belajar. Jangan hanya karena obsesi untuk mendapat nilai yang bagus tapi melupakan hak-hak tubuh dan kewajiban lainnya.


Referensi:
Sayangianak (2016, September 15). 
“8 dampak buruk yang bisa terjadi jika anak terlalu lama belajar” dalam https://sayanganak.com/2016/09/15/8-dampak-buruk-yang-terjadi-jika-anak-terlalu-lama-belajar, diakses tanggal 24 Agustus 2019.

0 Response to "Belajar Terlalu Lama, Apa Dampaknya...."

Post a Comment