Duren Party Pemuda Masjid Ditengah Gempuran Liberalisasi dan Sekularisme

Hari-hari ini, nama "Remaja Masjid" seakan hilang dari peredaran. Tak lagi terdengar aktfitas remaja di Masjid sebagaimana gegap gempita Remaja Masjid era tahun 90an. Masjid sepi dari aktifitas pemuda. Mereka lebih ramai bermain bersama ponselnya. Lebih seru, lebih milenial.

Di saat gempuran liberalisasi dan teknokogi digital tak terbendung lagi derasnya, remaja pun makin jauh dengan Masjid dan ajaran islam. Tentunya kita tak boleh berdiam diri. Harus ada upaya agar anak-anak muda ini mau kembali beraktifitas ke masjid, dan mengikuti kajian-kajian Islam. 

Bagaimana caranya? Inilah yang dilakukan Remaja Masjid Abu Bakar, berkolaborasi dengan Gen Muda YMI dan Lembaga Dakwah Kampus STIKIM STIKOM.

Hari Ahad (15/12), Remaja Masjid Abu Bakar menggelar Kajian Akhir Tahun, yang diiringi dengan Durian Party dan Makan Bakso Bareng. Sejumlah 30 remaja putra dan putri menyantap durian di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq Lenteng Agung dengan nikmatnya. 

Acara bertema milenial ini terselenggara lewat kolaborasi 3 organisasi kepemudaan, Gen Muda YMI, Remaja Masjid Abu Bakar dan FIIMA STIKIM STIKOM (sebuah Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa/i Program Studi Ilmu Kesehatan dan Ilmu Komunikasi). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengajak anak muda datang ke Masjid. 

"Kalau sudah sering ke Masjid, mereka akan akrab dan senang beraktivitas di masjid," ujar Anggi Barlianto, Ketua Remaja Masjid Abu Bakar.

Ini merupakan kali kedua program kerjasama antara 3 organisasi kepemudaan Islam yang berpusat di Jakarta. Gen Muda YMI, FIIMA dan Remaja Masjid Abu Bakar. "Agenda pertama pernah kita adakan di Puncak, Jawa Barat, yaitu LDKI (Latihan Dasar Kepemimpinan Islam)," ujar Hamidah Nur Azizah, Ketua Gen Muda YMI.

Intinya, pogram-program Kepemudaan Islam akan menyesuaikan dengan tren milenialis.

Durian Party, Nge-bakso Bareng dan Kajian Islam. Lengkap programnya. Kajian Islam bertema Refleksi Akhir Tahun diisi langsung oleh Ketua Umum YMI sekaligus Ketua Masjid Abu Bakar, Abi Adhi Azfar.

Abi (demikian sapaannya), menyampaikan tentang pentingnya manajemen hidup, khususnya bagi pemuda. Ingin jadi seperti apa di masa depan. Ketika kita merencanakan cita-cita kehidupan, itu adalah bagian dari melaksanakan perintah Allah SWT, "Persiapkanlah Hari Esok." Demikian hikmah QS. Al-Hasyr ayat 18. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Bahkan begitu penting melakukan planning, maping dan manajemen, dalam ayat tersebut Allah membuka dengan kalimat Seruan kepada Taqwa, lalu menutupnya dengan seruan (lagi) kepada Taqwa. Ayat ini sarat akan makna yang begitu dalam. Manajemen, diletakkan dalam posisi yang istimewa dalam ajaran Islam.

Disinilah keistimewaan ajaran Islam, dan pemuda adalah sosok yang dinantikan untuk menyambung perjuangan Umat Islam di masa depan. #




0 Response to "Duren Party Pemuda Masjid Ditengah Gempuran Liberalisasi dan Sekularisme"

Post a comment