Sembako untuk Guru di Desa

Gaji Rp.34.000 per bulan, tak pernah membuat guru-guru Madrasah Munashoroh ini patah semangat. Mendirikan dan mengelola sekolah gratis di pelosok desa bukan perkara mudah. Tantangannya tak hanya urusan dana dan keterbatasan fasilitas, tapi persoalan mental anak-anak yang putus sekolah karena menganggap sekolah tak ada gunanya.

Hari Guru yang telah berlangung sepekan lalu, masih terus dinikmati oleh para guru MTs Munashoroh di Kampung Muliajati, Desa Kadupandak, Picung, Pandeglang. "Alhamdulillah hari ini (30/11) ada donatur YMI kasih sembako untuk para Guru MTs," ujar Mumun Munawaroh, pengurus YMI Pandeglang yang juga Guru MTs.

MTs gratis ini sekarang sudah sampai angkatan ke-4. Sudah ada lulusannya. Mereka yang lulus dari MTs ini bisa lanjut ke MA (Madrasah Aliyah) yang juga dikelola pengurus YMI Pandeglang, Bapak Ridwansyah. 

Selepas lulus MA / SMA, YMI juga menyediakan beasiswa kuliah untuk mereka yang berprestasi dan sungguh-sungguh ingin meraih sukses dan cita-cita. 

"Alhamdulillah program YMI di Pandeglang sudah lengkap, dari mulai anak SD yang disantuni lewat program anak asuh, hingga jenjang perguruan tinggi lewat program beasiswa kuliah, mohon dukungannya," ungkap Mumun. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 081288150526 (WA)

0 Response to "Sembako untuk Guru di Desa"

Post a Comment