Sa'i, Upaya Sungguh-sungguh yang Balasannya Terakumulasi Hingga Akhir Zaman

(Disampaikan oleh Ketua Umum YMI Abi Adhi Azfar, dalam Kajian Bulanan Gen Muda YMI, hari Ahad, 3 November 2019)

Secara bahasa kata Sa'i diartikan sebagai usaha yang sungguh-sungguh atau berjuang hingga titik akhir. Jadi, Sa'i artinya bukan lari-lari kecil. 

Sa'i adalah usaha sungguh-sungguh, sekali lagi, usaha sungguh-sungguh, yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Kata Sa'i ini memiliki padanan kata Sa'a, Yas'a, dan Sa'yan. Ada dalam Al-Qur'an Surat An-Najm ayat 39. 

"Dan seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (An-Najm : 39).

Inilah yang dilakukan Ibunda Hajar saat bersungguh-sungguh (sa'i) mencari air untuk menyambung kehidupan. Atas perintah Allah SWT, Ibrahim meninggalkan istrinya Hajar dan puteranya Ismail di  sebuah daerah yang kering dan panas. Tak ada tumbuhan, hanya bebatuan kanan-kiri menjulang, serta pasir keras.

Bunda Hajar pun berlari bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah mencari air untuk minum bayi ismail yang menangis kehausan. Jarak Bukit Shafa ke Bukit Marwah sekitar 400 meter. Tapi bolak-balik ia berlari, tak juga ditemukan air.   

Dalam usahanya mendapatkan air, Bunda Hajar tidak pernah mengeluh. Yang ia lakukan adalah bertasbih, berdoa dan terus berusaha. Tak ada kata lelah, Bunda Hajar terus berlari. 

Ini mengisyaratkan makna perjuangan hidup pantang menyerah. Hidup harus dihadapi dengan usaha sungguh-sungguh. Tantangan tiap zaman berbeda-beda. Yang tidak bersungguh-sungguh, bersiaplah ketinggalan zaman.

Kisah perjuangan Bunda Hajar ini dijadikan salah satu rukun ibadah Haji dan Umroh. Tidak sah Haji dan Umroh tanpa Sa'i. Untuk menggambarkan betapa dasyhat sosok manusia bernama Hajar yang kala itu bersungguh-sungguh hingga akhirnya Allah mengakumulasi usahanya dengan sebuah mata air yang disebut air zam-zam. 

Mata air yang tak berhenti mengalir hingga akhir zaman, sebagai akumulasi dari sebuah kesungguhan.

Perhatikan juga bagaimana cara Allah SWT membalas kesungguhan Bunda Hajar. Ketika Bunda Hajar tiba di putaran ke-7 Sa'i nya, dia sedang berada di bukit Marwah. Lalu Allah SWT tidak memenuhinya di tempat itu, tapi air justru muncul dari Bukit Shafa. Setelah berkali-kali bayi Ismail menghentakan kakinya ke tanah sambil menangis di bukit Shafa.

Inilah salah satu cara Allah menurunkan rezeki-Nya. Rezeki yang datang dari arah yang tak diduga-duga. Bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

"Dan Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (At-Thalaq : 3).#

Dirangkum oleh Emak Lisda.

0 Response to "Sa'i, Upaya Sungguh-sungguh yang Balasannya Terakumulasi Hingga Akhir Zaman"

Post a Comment