Ummu Mahjan, Tukang Sapu Masjid yang Dirindukan Rasulullah SAW

Kulitnya hitam legam, badannya ringkih, usianya tak lagi muda. Ia pun berasal dari keluarga tak mampu. Dengan semua keterbatasan yang ia miliki, Ummu Mahjan tak berputus asa untuk beramal sholeh. 

Ia ambil sapu untuk membersihkan daun-daun dan kotoran yang jatuh di halaman masjid Nabawi. Bagi kita mungkin itu pekerjaan gampang. Tapi bagi Ummu Mahjan, hanya itulah kontribusi yang bisa ia lakukan. Tapi ia lakukan dengan ikhlas. 

Dan ini yang terpenting, Ummu Mahjan istiqomah melakukannya.

Tak ada kata mengeluh. Yang ada semangat membara untuk terus beramal sholeh walau di usia senja. Baginya, membersihkan rumah Allah dimana Rasulullah SAW dan para sahabat beribadah dan membina ummat, adalah perbuatan yang sangat mulia. 

Suatu ketika Rasulullah SAW merasa kehilangan dia, lantas beliau bertanya tentangnya. Para sahabat menjawab, “Dia telah wafat ya Rasulullah.” 

Rasulullah SAW bersabda, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku?” 

Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka menganggap bahwa kematian Ummu Mahjan itu adalah hal yang sepele.” 

Rasulullah SAW bersabda, “Tunjukkan kepadaku dimana kuburnya!” Maka mereka menunjukkan kuburnya kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau SAW menshalatkannya, diikuti para sahabat hingga bershaf-shaf. Dan Rasul berdoa di atas kuburan wanita mulia itu, berdoa untuk kebaikannya. 

Kematian Tukang Sapu di Masjid Nabawi itu membuat Rasulullah SAW merasa kehilangan sosok pribadi yang ikhlas dan istiqomah.

Jangan remehkan amal sholeh walau itu terlihat kecil di mata manusia. Tapi bisa jadi itulah yang membuat kita masuk ke dalam Surga abadi-Nya.#

0 Response to "Ummu Mahjan, Tukang Sapu Masjid yang Dirindukan Rasulullah SAW"

Post a Comment