Dulu Sempat Putus Sekolah, Sekarang Kiki Jadi Donatur Yayasan, Berkah Program Orang Tua Asuh

"Saat kamu jatuh, bangunlah. Ketika jatuh lagi, bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Jangan pernah menyerah untuk berkarya, niscaya ada kemudahan bagi mereka yang bersungguh-sungguh."

Kalimat-kalimat ini yang ditanamkan untuk anak-anak asuh YMI di seluruh pelosok desa binaan. Dari pelosok paling barat di Desa Batu Bidung (Empat Lawang Sumsel) hingga paling timur di Dusun Penjalin (Lombok Utara).

Mereka adalah anak-anak desa yang seringkali luput dari perhatian pemerintah. Putus sekolah jadi pemandangan biasa di desa. Akibat kurangnya sarana di sekolah, jarak dari rumah ke sekolah yang terlalu jauh dan ditempuh dengan medan perjalanan yang berat, ditambah lagi kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan.

Di Lampung Selatan ada 152 anak asuh YMI. Sebagian besar anak yatim. Termasuk Yauman Syauki, yang akrab dipanggil Kiki. Tak punya ayah sejak masih kecil, Kiki terpaksa putus sekolah setahun karena keterbatasan ekonomi keluarga.


Kiki pun ikut program anak asuh YMI. Dibina di Rumah Qur'an YMI Lampung Selatan (Lamsel) di Desa Branti, Kecamatan Natar. Mendapat Training Motivasi secara berkala dari Ketua Umum YMI dan pengurus-pengurus YMI Lamsel.

Kiki bukan murid yang unggul di pelajaran Matematika, Fisika atau Kimia. Itulah mengapa prestasi di sekolahnya biasa-biasa saja. Bahkan cenderung menyulitkan para guru di kelas. Hingga pernah suatu saat Kiki hendak dikeluarkan dari sekolah, maka pengurus YMI pun "pasang badan."

"Kami yang bertanggung jawab terhadap Kiki." Demikian diungkapkan Ketua YMI Lamsel Ustadz Iwan Ansori membela anak-anak didiknya.

Kiki pun kembali ke sekolah. Ternyata Allah menganugerahi kemampuan kepadanya di bidang lain. Kiki punya kemampuan berbicara di depan umum, pandai olahraga sepakbola dan ahli memasak.

Sebagaimana sering diungkapkan Abi Adhi Azfar (Ketua Umum YMI) untuk 1018 anak asuhnya, "Setiap manusia dilahirkan dengan Talenta yang berbeda-beda. Tekuni talenta itu, sampai kalian jadi ahli di bidangnya."

Saat kelas 11 SMA, Kiki sudah bisa tampil sebagai penceramah Ramadhan di Masjid. Mengenakan seragam YMI dan berpeci, Kiki pun naik mimbar.


Sekarang Kiki sudah lulus SMA, dan bekerja di salah satu Hotel di Lampung, Hotel Syariah Raden Inten

Pertama kali menginjakan kaki di dunia kerja, Kiki mulai mengatur kehidupan barunya. Kiki datang kepada pengurus YMI Lamsel Bunda Yani, "Aku ingin jadi donatur YMI Bun, ingin jadi orang bermanfaat," ujar Kiki.

"Meleleh air mataku nak....." jawab Bunda. Semoga berkah Kiki, teruslah berkarya, teruslah mengejar cita-citamu. Kelak Allah akan memudahkan jalanmu. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Dulu Sempat Putus Sekolah, Sekarang Kiki Jadi Donatur Yayasan, Berkah Program Orang Tua Asuh"

Post a Comment