Hijrah dari Gunung Pelindung, Santri YMI Lulus Kuliah di Jakarta dengan Nilai Terbaik

"Abi dan Ummi, saya titip anak saya untuk dibina di Jakarta, kalau dia tetap di Gunung Pelindung (Lampung Timur), saya nggak yakin dia bisa jadi anak yang 'bener.' Tolong didik dia Abi, Ummi."

Demikian permintaan seorang Bapak dengan mata berkaca-kaca penuh harap anaknya bisa menjadi lebih baik dengan hijrahnya dia, dibawa jauh dari tempat asal dia dilahirkan.  

Sang Bapak sadar, karena teman-temannya sudah banyak yang jadi pembegal dan pencuri. "Dia harus dibawa jauh dari sini," gumamnya.

Kata-kata itu terus terngiang di telinga kami pengurus YMI Pusat. Tiga tahun lalu, tepatnya bulan Agustus 2016, anak Gunung ini (begitu kami menyebutnya) tergopoh-gopoh tiba di Jakarta dengan keinginan kuat untuk kuliah. 

Anak Gunung kami menyebutnya. Lahir dan besar di Tanggamus, di sebuah desa yang jauh di pelosok negeri ini. Bila berkunjung ke desanya, melewati hutan yang sesekali terdengar suara singa mengaum.

Dia pun diterima kuliah di sebuah kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM IMA) di bilangan Jakarta Selatan. 

Berkat izin Allah, berbekal ijazah SMA-nya, YMI Pusat berusaha mencari beasiswa kuliah untuk anak-anak desa khususnya yang kurang mampu. Ketika beasiswa telah didapat, muncul persoalan. Bagaimana dengan biaya hidup sehari-hari ? Bantuan yang dia dapat dari YMI tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Jakarta. 

Alhamdulillah, berkat suaranya yang bagus untuk adzan dan mengaji, dia diterima menjadi marbot di sebuah Masjid di Lenteng Agung. Semua proses seakan mendapat jalan mulus. Allah mudahkan.

Dia pun tak merasa canggung untuk membantu membersihkan masjid. Menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi dan toilet Masjid. Baginya, menjaga rumah Allah untuk selalu rapi dan bersih adalah pekerjaan mulia. 

Hari ini buah dari hijrah itu telah bisa dipetik. Alhamdulillah. Anak Gunung itu telah dinyatakan lulus. Lewat sidang Tugas Akhir yang berlangsung Selasa (27/8), Basri lulus dengan Nilai Memuaskan. Insya Allah dengan IPK diatas 3,5.

Ya begitulah janji Allah. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Dan orang-orang yang mencari ilmu, maka Allah mudahkan jalan baginya. 

Tentu ini bukan akhir dari perjuangan. Lulus dengan gelar AMd.Kes adalah satu tangga kesuksesan untuk menuju tangga berikutnya. Naiki terus tangga itu Bas. Teruskan perjuangan. Barakallah Nak. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)


0 Response to "Hijrah dari Gunung Pelindung, Santri YMI Lulus Kuliah di Jakarta dengan Nilai Terbaik"

Post a Comment