Catatan Qurban YMI Lampung Selatan

Hari raya Qurban telah sama-sama kita lewati. Berbagai kemeriahan berhari raya terasa hingga berbagai daerah di tanah air. YMI Lampung Selatan sendiri merayakannya di Rumah Qur'an YMI di Desa Branti Raya, Natar, Lampung Selatan (Lamsel).

Ada 2 ekor sapi dan lebih dari 10 ekor kambing dipotong disini. Alhamdulillah, lebih dari cukup untuk warga desa dan anak-anak asuh. YMI Lamsel pun merekam kegiatan qurban dalam bentuk foto untuk dibagikan kepada para pequrban.

Berbagai catatan dalam kegiatan qurban juga menarik untuk kita perhatikan. Pertama, Penyembelihan Qurban dilaksanakan selama 4 hari, sedangkan pendistribusiannya bisa dilaksanakan kapan saja.

Penyembelihan qurban harus dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12 atau 13 Dzulhijjah. Diluar tanggal tersebut tidak bisa dikatakan Qurban, hanya bisa disebut sedekah. Nilainya tentu berbeda.

Akan tetapi, pendistribusiannya boleh dilaksanakan kapan saja, tidak harus pada tanggal 10, 11, 12 atau 13 Dzulhijjah. Tidak seperti zakat fitrah yang harus dibagikan sebelum shalat Idul Fitri. Tidak ada nash dan dalil secara khusus yang mewajibkan daging qurban harus segera dibagikan habis dan selesai dikonsumsi di hari raya.

Itulah mengapa ada program kornet qurban, daging qurban dimasak dan diawetkan dulu, serta aktifitas lainnya.

Titik pentingnya adalah pada hari raya qurban, semua merayakan dan menikmati daging qurban. Untuk makan sate bareng-bareng, menikmati olahan daging sapi dan seterusnya di hari raya dan hari tasyrik. Tapi kalau sate dan dagingnya sangat banyak, toh tidak perlu dimasak dan dikonsumsi semua pada hari raya.

Catatan kedua, pendistribusian daging qurban diperuntukan bagi semua masyarakat, termasuk yang bukan muslim. Daging qurban bukan seperti zakat yang peruntukannya jelas untuk 8 asnaf (8 kelompok yang berhak menerima zakat). Jadi diperbolehkan membagikan daging qurban untuk seluruh masyarakat di suatu daerah.

Hanya saja, dilihat dari dampaknya, akan lebih baik di prioritaskan untuk dhuafa (bila daging qurban sangat sedikit). Mereka tentu jarang menikmati daging. Mereka akan sangat berbahagia bila hari raya bisa menikmati sesuatu yang berbeda dan menyenangkan. Karena itu, pendistribusian daging qurban harus merata, bahkan hingga pelosok desa. 

Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Da'imah dijelaskan bolehnya pembagian hasil sembelihan qurban dengan lebih atau kurang dari 1/3. Fatwa tersebut menjelaskan, “Adapun daging hasil sembelihan qurban, maka lebih utama sepertiganya dimakan oleh shohibul qurban, sepertiganya lagi dihadiahkan pada kerabat, tetangga, dan sahabat dekat; serta sepertiganya lagi disedekahkan kepada fakir miskin. Namun jika lebih / kurang dari sepertiga atau diserahkan pada sebagian orang tanpa lainnya (misalnya hanya diberikan pada orang miskin saja tanpa yang lainnya), maka itu juga tetap diperbolehkan. Dalam masalah ini ada kelonggaran.”

Demikian sedikit catatan qurban di Hari Raya Idul Adha 1440 H. Semoga bermanfaat.#

Bersama YMI
Qurban hingga Pelosok Desa

0 Response to "Catatan Qurban YMI Lampung Selatan"

Post a Comment