Mengecat Dinding Sekolah dan Antar Jemput Murid, Ini Perjuangan Guru di Desa

Perjuangan guru tak sekedar mengajar, membuat kurikulum atau mengatasi anak murid yang nakal dan memberontak. Di pelosok desa, pengorbanan para guru seakan telah melampaui tugas dan kemampuannya.

Salah satunya di desa binaan YMI, Kampung Muliajati, Desa Kadupandak, Picung, Pandeglang, Banten. YMI Pandeglang mendirikan sekolah gratis bagi anak yatim dhuafa, khususnya mereka yang putus sekolah. Meski gratis, masih banyak anak-anak desa yang malas sekolah. Tidak memahami bahwa pendidikan adalah bagian penting untuk mengisi masa depannya.

Para guru di sekolah gratis ini, tak hanya mengajar dan mengurus perizinan serta pengembangan sekolah. Mereka juga dituntut untuk (ini yang terpenting) mengangkat moral dan semangat anak-anak desa.

"Anak-anak kita berikan pelayanan antar jemput gratis pakai motor, pergi dan pulang sekolah," tutur pengurus YMI Pandeglang Mumun Munawaroh.

Selain layanan antar jemput gratis, anak-anak murid juga mendapatkan seragam, buku tulis, tas dan perlengkapan sekolah gratis, lewat program Orang Tua Asuh bagi Anak Yatim Desa.

Para guru yang mengantar dan menjemput mereka serta mencarikan dana untuk perlengkapan sekolah murid-murid.

Di awal tahun ajaran baru ini, para guru bahkan mengecat sendiri dinding sekolah dan ruang kelas sekolah gratis ini. "Keterbatasan anggaran mengharuskan kita melakukan berbagai penghematan," ujar Mumun.

Sekolah gratis ini diberi nama Madrasah Munashoroh. Arti dari Munashoroh adalah Pertolongan. Madrasah tingkat Tsanawiyah ini sekarang memasuki tahun ke-4. Beberapa bulan lalu telah meluluskan angkatan pertamanya dengan nilai UN yang sangat memuaskan.

Doa dan dukungan para dermawan terus dibuka. Bagi yang ingin berkontribusi dapat menghubungi YMI Pusat atau YMI Pandeglang. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Mengecat Dinding Sekolah dan Antar Jemput Murid, Ini Perjuangan Guru di Desa"

Post a Comment