Memburu Lailatul Qadar

Oleh Yanti Afrianti (Gen Muda YMI)

Salah satu keistimewaan pada bulan suci Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan Al-Qur'an untuk pertama kalinya. Setelah itu Al-Qur'an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa pertama kali turunnya Al-Qur'an diabadikan oleh Allah SWT dalam firman-Nya "Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadar ayat 1).

Lailatul Qadar merupakan anugerah yang sangat besar yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. Al-Qadar berarti asy-syarf wat Ta'zhiim yang artinya mulia dan agung. Dinamakan demikian karena malam itu memang penuh dengan kemuliaan, keagungan, kesucian, keutamaan, keberkahan dan pahala. Keutamaan-keutamaannya jauh lebih bernilai dari pada seribu bulan.

Dari Anas r.a, bahwa Rasulullah SAW Bersabda, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepadamu. Didalamnya terdapat satu malam yang nilainya dan keutamaannya lebih baik dari pada seribu bulan. Barang siapa yang mengabaikannya, maka ia terabaikan dari segala kebaikan. Tak ada yang mengabaikannya kecuali orang-orang yang diabaikan." (HR Ibnu Majah. Al-Albani Menilainya sebagai hadist hasan di dalam kitab shahih at-Targhib1/418).

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beribadah pada Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, diampuni dosa dosanya yang telah lalu," (HR. Bukhari dan Muslim).

Lailatul Qadar waktunya dapat dijumpai pada salah satu dari malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda "Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah SWT sengaja merahasiakan kemunculan malam itu agar kaum muslimin berlomba-lomba mengisi hari-harinya dengan ibadah. Namun demikian Rasulullah SAW memberikan beberapa petunjuk bagi kaum muslimin yang ingin memburu malam seribu bulan itu, antara lain.

Pertama, terdapat dalam kitab Shahih Muslim bahwa Rasulullah SAW memberitahukan diantara tanda-tandanya adalah terbitnya matahari pada pagi hari dengan sinar yang tidak terlalu terang seperti biasa biasanya.

Kedua, terdapat di dalam hadits Ibnu Abbas r.a, dengan riwayat Al-Thayalisi dengan sanad yang Shahih bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Malam Lailatul Qadar itu adalah malam yang cerah. Tak terasa dingin dan juga tidak terasa panas. Matahari sepanjang hari itu memancarkan Mega merah."

Ketiga, terdapat didalam hadist Watsilah bin Al-Aqsa' dengan sanad hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Malam Lailatul Qadar itu adalah malam yang bersinar. Tidak ada panas. Tidak dingin. Tidak ada pula bintang yang dilemparkan (bintang komet jatuh)."

Semoga Allah karuniakan Malam Lailatul Qadar untuk Keberkahan hidup kita. #

0 Response to "Memburu Lailatul Qadar"

Post a Comment