Hambatan-hambatan yang Memalingkan Muslimah dari Memanfaatkan Waktu

Oleh Neng Asri (Gen Muda YMI)

1. Panjang angan-angan dan taswif (mengandai-andai)

Allah mengancam orang-orang yang suka mengandai-andai. Allah SWT berfirman, "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka mengetahui akibat perbuatan mereka.” (Al-Hijr : 3).

Imam Al-Qurtubhi menafsirkan ayat ini sebagai berikut, "Mereka dilalaikan oleh angan-angan." Maksudnya mereka sibuk dengan angan-angan hingga melupakan ketaatan.”

Bila seseorang mau melakukan suatu pekerjaan namun angan-angannya panjang, maka dia berkata, "saya akan melaksanakannya esok pagi atau lusa, atau bulan depan, atau tahun depan." Begitulah umurnya habis untuk berandai-andai akhirnya tidak bisa mencapai apa-apa yang dia inginkan.

Berandai-andai adalah salah satu perkara menghambat usaha untuk memanfaatkan waktu. Hati-hatilah dengan 'taswif' (berandai andai) dan kita harus mencabut sifat ini serta menggantinya dengan perbuatan, kemauan, dan upaya nyata.

2. Menyibukkan diri dengan perkara sepele dan kadang perkara yang haram.

Kadang-kadang seorang perempuan suka menyibukan diri dengan hal-hal sepele, sehingga hal itu menyebabkan waktunya terbuang dan tidak dapat memanfaatkannya.

Sebagai contoh, seseorang pergi ke pasar setiap pagi dan petang hanya untuk mencari model-model baju terbaru, dan menikmati kelezatan hidup sampai melampui batas.

Allah SWT membolehkan perhiasan untuk perempuan, namun hal itu ada batasan-batasan syar’inya. Kalau dia berlebih-lebihan dalam masalah perhiasan demi menyenangkan suaminya, maka hal itu tidak masalah.

Di antara urusan lain yang sepele, bahkan bisa dikatakan haram yang sering dilakukan oleh perempuan hingga waktunya habis adalah menyibukan diri memperbincangkan kehormatan manusia, seperti ghibah, fitnah, dan adu domba.

Wahai muslimah, waktu adalah amanah yang diberikan kepada kita dan akan dipertanyakan pada hari akhir nanti.

Sabda Rasulullah SAW, "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bisa menapak pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara, diantaranya tentang umur, untuk apa ia pergunakan umurnya itu.”

3. Idola yang jelek

Pada dasarnya, mengidolakan seseorang atau tokoh itu wajar. Tetapi jika salah dalam memilih sang idola, maka akan menjadi salah satu penghalang bagi perempuan untuk memanfaatkan waktunya.

Kenapa bisa demikian? Karena seseorang secara alam bawah sadar, lambat laun akan mengikuti kebiasaan orang yang dia idolakan.

Tidak perlu disebutkan siapa contoh idola yang jelek, karena sudah jelas idola terbaik seorang wanita adalah para shohabiyyah. Insya Allah akan menambah semangat wanita dalam memanfaatkan waktu.

4. Lemah dan menuruti hawa nafsu

Ada juga perempuan yang mengetahui pentingnya waktu. Dia mengetahui bagaimana cara mempergunakan dan memanfaatkan waktu dan tahu betul bahwa menghambur-hamburkannya adalah kerugian besar. Meski demikian dia tidak memanfaatkan waktunya. Hal itu disebabkan lemah kemauannya dan kecenderungannya untuk mengikuti hawa nafsu.

Setiap kali dia mempunyai kemauan untuk melaksanakan satu pekerjaan mulia dan bermanfaat, tiba-tiba tekadnya menjadi kendor dan setan memberikan gambaran kepadanya bahwa pekerjaan yang akan dia lakukan adalah berat. Kemudian dia berhenti dan meninggalkan pekerjaan itu.

Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’aat : 40-41).

Jadi, lemah kemauan dan dorongan hawa nafsu adalah penghalang bagi perempuan untuk memanfaatkan waktunya. Namun ketika dia mengobatinya secara kontinu, melatih dirinya dengan perbuatan mulia, dan menjauhkan dirinya dari perbuatan hina, maka suatu saat dia akan menemukan dirinya termasuk orang yang mempergunakan waktu dan memanfaatkan umur. Lemah kemauan dan dorongan hawa nafsu bukan alasan bagi perempuan untuk tidak memnfaatkan waktunya, tapi hal itu merupakan salah satu bujukan setan.

5. Perasaan Kurang

Perasaan adanya kekurangan dalam diri adalah belenggu yang sering mengikat perempuan. Seorang perempuan  yang mempunyai tekad memanfaatkan waktu namun jiwanya, masih bergejolak.

Bila hendak melaksanakan suatu pekerjaan akan cepat berprasangka bahwa kemampuan dirinya tidak sepadan atau lebih kecil dibandingkan pekerjaan yang akan dihadapinya.

Bila membaca al-Qur’an dia menyangka dirinya tidak bisa melafalkan huruf dengan benar. Bila ingin berbicara, dia berkata pada dirinya, "Saya tidak bisa mengungkapkan dan memberi manfaat kepada orang lain.”

Begitulah setan terus-menerus merayu dirinya agar rela dengan kondisi yang ada dan tidak bisa melakukan perbuatan bermanfaat dan lebih baik.

Wahai muslimah, mohonlah pertolongan kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa bisikan-bisikan yang ada dalam jiwa adalah tipu daya setan. 

Sebagai contoh, Allah SWT menjamin orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata akan mendapatkan dua pahala sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah SAW, bahwasannya meski dia salah dalam permulaannya namun dia bisa memperbaiki pada kali kedua, ketiga, atau keempat. Yang penting, seharusnya dia merasa bahwa apabila dia berusaha maka dia mendapatkan pahala disisi Allah SWT meskipun salah.

6. Salah memaknai Tidur

Tidur adalah bencana yang menimpa banyak perempuan. Sebagian perempuan yang tertimpa ini beralasan bahwa tidur adalah ibadah. Maka bebas baginya untuk tidur beberapa jam lamanya.

Sungguh, demi Allah. Ini adalah pemahaman yang salah. Tidur menjadi ibadah bila setelah selesai melaksanakan satu ibadah yang memberatkan manusia. Dengan tidur itu dia merasa semangat dan vitalitasnya akan pulih kembali.

Betul memang tidur lebih baik bagi perempuan dari pada duduk-duduk bersama orang lain dan gosip tentang kehormatan orang lain. Tapi siapa yang memberi pilihan, perempuan harus tidur atau membicarakan kehormatan orang lain? Itu pemahanan yang harus didiskusikan lagi. 

Justru pada dasarnya perempuan harus memanfaatkan setiap detik dari umurnya. Alternatifnya bukan dengan mengisi waktu kosong untuk tidur tapi untuk amal saleh, seperti baca Al-Qur'an, baca buku islami, dll. #

Wallahu a'lam bishowab.

0 Response to "Hambatan-hambatan yang Memalingkan Muslimah dari Memanfaatkan Waktu"

Post a Comment