Do'a Para Nabi dalam Al-Qur'an

Oleh Yanti Afrianti (Gen Muda YMI)

Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdo'a. Mereka berdo'a dan meminta kepada Allah, tetapi mereka belum juga mendapatkan jawaban dari do'a-do'anya. 

Lalu muncul rasa pesimis, menyerah, putus asa dan kecewa bahwa Allah tidak pernah mendengarkan keluhan dan kesulitannya. Bahkan tidak menyadari munculnya sifat su'udzon terhadap ketetapan Allah SWT. Menganggap Allah tidak adil atas hidupnya.

Sabda Rasulullah SAW, "Tidak ada seorang muslim yang berdo'a melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar do'a yang ia ucapkan selama ia tidak berdo'a untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan." (HR Tirmidzi)
Dalam hadits yang lain, "Nanti pada hari kiamat Allah SWT akan memperlihatkan setiap do'a yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman, Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan do'a kepadaku, namun Aku tahan do'amu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti do'amu itu." (HR At-Tirmidzi no.3381)

Orang yang berdo'a itu akan terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya nanti semua do'anya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia.

Sebagai suri tauladan kita bisa menemukan beberapa kisah Para Nabi dan Rasul yang berdo'a untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka.

1. Nabi Adam a.s.
Bapaknya para manusia ini memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya  dengan memakan buah khuldi di syurga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Beliau pun berdoa.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِين
َ
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf : 23)

2. Nabi Ibrahim a.s
Bapaknya para Nabi ini mendo'akan tanah suci Makkah sebagai tanah yang diberkati Allah, sehingga walaupun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِر
ِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Al-Baqaroh : 126)

3. Nabi Musa a.s
Nabi yang telah menyelamatkan Bani Isra'il dari kekejaman Firaun di Mesir, pada saat beliau mendapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdo'a.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28)

4. Nabi Sulaiman a.s
Seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air. Meski begitu, beliau masih mengucapkan do'a.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِين
َ
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. An-Naml : 19)

Dan masih banyak do'a-do'a lain yang diucapkan para Nabi dalam Al-Qur'an, yang tentunya bila kita mau mentadabburinya, kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah hinanya kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita untuk tidak berdo'a kepada Allah sedang para Nabi pun berdo'a.

Apalah arti hidup kita tanpa do'a dan harapan kepada Allah untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat dalam menjalani kehidupan. 

Berdo'alah, sebab Nabi pernah bersabda, "Tidak ada yang dapat menolak takdir Allah, selain do'a. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang, selain (perbuatan) kebaikan." (HR. Tirmidzi)

Sabda Nabi lagi ''Sesungguhnya do'a bermanfaat terhadap sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir, kecuali Doa." (HR. Tirmidzi Hakim)

Berdo'alah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk mendapatkan Ridho dan Hidayah-Nya. Untuk mendapatkan kasih dan sayang-Nya serta bersabarlah ketika do'a kita belum juga di kabulkan-Nya.

Yakin saja setiap do'a setiap kata dan bait yang keluar dari lisan kita ini serta apa saja yang kita panjatkan, Allah pasti mendengarnya dan Allah akan mengabulkannya akan tetapi kita tidak tau Allah akan mengabulkan kapan waktunya, bisa saja Allah mengabulkan 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Karena Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Berdo'alah karena tidak ada yang menandingi kekuatan do'a. Apapun Hajat dan kemauanmu, berdo'alah. #

Bersama Gen Muda YMI
Membangun Peradaban dengan Menulis

0 Response to "Do'a Para Nabi dalam Al-Qur'an"

Post a Comment