Do'a, Senjata Menggeser Takdir

"Kita tak bisa lari dari takdir Allah SWT, tapi kita bisa bergerak dari Satu Takdir Allah ke Takdir Allah yang lain."

Demikian makna yang tersirat dalam untaian kalimat yang disampaikan Khalifah Umar bin Khattab r.a saat terjadi wabah kolera, sementara Umar dan pasukannya sedang bergerak menuju Negeri Syam.

Dalam peristiwa itu, Abu Ubaidah bertanya, "Apakah kamu akan lari dari takdir Allah Wahai Umar?"

Umar menjawab, "Benar, kami akan lari dari takdir Allah yang satu dan menuju takdir Allah yang lain. Jika kamu sedang menggembala unta dan menemukan dua daerah, yang satu subur dan yang lain tandus. Maka jika menggembala di tanah yang subur itu merupakan takdir Allah. Demikian pula jika kamu menggembala di tempat yang tandus, bukankah kamu menggembalakannya dengan takdir Allah pula."

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya, "Apakah Do'a memiliki pengaruh mengubah apa yang telah ditetapkan Allah kepada manusia sebelum terjadi?"

Beliau menjawab, "Tidak diragukan lagi, bahwa do'a memiliki pengaruh untuk mengubah apa yang telah ditetapkan Allah. Akan tetapi, perubahan karena sebab do'a itu pun sebenarnya telah ditetapkan Allah juga."

Beliau melanjutkan, "Janganlah engkau mengira bahwa apabila engkau berdoa, berarti engkau meminta sesuatu yang belum ditetapkan. Akan tetapi, do'a yang engkau panjatkan itu hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut juga telah ditetapkan."

Oleh karena itu, bila kita pernah menjumpai seseorang yang mendoakan kesembuhan untuk orang sakit, lalu orang itu sembuh. Maka kesembuhan itu adalah ketetapan Allah. Sebagaimana kisah seorang pemimpin yang tersengat ular, lalu pengawalnya mencari orang yang bisa membaca doa agar sembuh. Lalu dibacakanlah Al-Fatihah. Maka hilanglah racun tersebut seperti unta terlepas dari ikatannya.

Do'a memiliki pengaruh, tapi tak bisa mengubah ketetapan Allah. Segala sesuatu terjadi karena ketentuan Allah, begitu juga segala sebab memiliki pengaruh terhadap musabbab (akibat) dengan kehendak Allah. Semua sebab telah tertulis dan semua hal yang terjadi karena sebab itu juga telah tertulis. (Lihat Majmu Fatawa wa Rasa'il Ibnu Utsaimin, 2/71).

Diatas kaidah ini, YMI Empat Lawang (Sumsel) bersama cabang-cabang YMI lainnya, terus menggelar doa untuk para donatur, orang tua asuh, dan para pengurus. Do'a yang tulus dari anak-anak asuh. Semoga karena sebab do'a itu, Allah curahkan berkah-Nya, diberikan kemuliaan untuk umat Islam dan kemudahan menjalani aktifitas sehari-hari, sebagaimana ketentuan yang telah di kehendaki Allah SWT. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Do'a, Senjata Menggeser Takdir"

Post a Comment