Awali dengan Strategi, Sempurnakan dengan Tawakal

Oleh Subhan Salim (Ketua YMI Cirebon)

Belajar dari kisah hijrah Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah, pada saat itu kaum Quraisy mengadakan sayembara untuk menangkap Rasulullah SAW. Kaum Quraisy sangat takut kalau Nabi SAW sampai ke Madinah. Kondisi ini menyebabkan tidak mudah bagi nabi untuk keluar dari Mekkah.

Untuk melaksanakan perintah hijrah, Nabi  SAW menyusun strategi dengan matang dan sangat berhati-hati. Beliau keluar di penghujung malam supaya tidak diketahui kaum kafir.  Nabi SAW menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq dan mengatakan kepadanya tentang perintah hijrah. Untuk mengecoh kaum kafir yang mengejar Nabi dan Abu Bakar, maka keduanya keluar dari pintu belakang dan berjalan melalui arah jalur selatan. Padahal Madinah berada di utara Mekkah. Inilah yang disebut strategi.

Strategi lain juga mereka lakukan saat singgah di Gua Tsur selama tiga hari. Mereka dibantu oleh Abdullah bin Abu Bakar umtuk berbagi informasi yang berkembang di masyarakat tentang kaum Quraisy. Setiap hari Abdullah mengunjungi Gua Tsur. 

Untuk urusan logistik dibantu oleh Asma binti Abu bakar yang kala itu sedang hamil 7 bulan. Tidak seorang dari Quraisy pun berfikir bahwa ada seorang yang sedang hamil yang setiap hari ke Gua Tsur membawa makanan untuk Nabi dan Abu Bakar. Ini adalah sebuah strategi yang matang yang di susun oleh hamba yang selalu bertawakal kepada Allah.

Strategi hebat lainya adalah Abu Bakar memerintahkan Abdullah bin Fuhairah untuk membawa kambing-kambingnya setiap hari melewati jalan yang di lalui Asma dan Abdullah supaya jejak kaki mereka berdua tertutup oleh jejak kambing. Subhanallah... Luar Biasa...

Walaupun demikian ikhtiar yang sudah di lakukan kaum Quraisy masih bisa menjangkau persembunyian Nabi dan Abu Bakar, tetapi bukan berarti usaha ini sia-sia. Allah ingin mengajarkan kepada kita agar selalu tawakal. Ketika kaum Quraisy sampai di depan Gua, Abu bakar berkata kepada Rasulullah "Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah pasti melihat kita."  

Kemudain Nabi berkata "Bagaimana pendapatmu tentang 2 orang sedangkan yang ketiganya adalah Allah? Jangan bersedih! Sesungguhnya Allah bersama kita."

Dari kisah di atas kita belajar dari sang suri tauladan hidup bahwa kita butuh strategi, butuh ikhtiar tetapi tetap tawakal kepada Allah, maka Allah akan menolong hamba-Nya dengan cara yang dikehendaki-Nya. 

"Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah...." (QS. Al-Hasyr : 18). #

0 Response to "Awali dengan Strategi, Sempurnakan dengan Tawakal"

Post a Comment