Pantang Menyerah, Santri YMI Jualan Kue Pancong untuk Biaya Kuliah

Perjuangan anak-anak Indonesia untuk kuliah ternyata tidak mudah. Modal cerdas saja tak cukup. Butuh keuletan, komitmen dan jiwa pantang menyerah. 

Ini yang dilakukan santri-santri YMI dari berbagai desa di tanah air. Salah satunya adalah Sari Yudistira, YMI Lampung Selatan. Memasuki masa liburan setelah UTS (Ujian Tengah Semester), Sari pulang ke Lampung untuk mencari bekal kuliah dengan jualan kue pancong di Desa Branti, Natar, Lampung Selatan.

Di Kampung, Sari tak hanya jualan kue pancong. Martabak dan berbagai jenis kue lainnya juga sering dijualnya, demi menutupi uang kuliah dan biaya hidup di Jakarta. Melanjutkan hidup tanpa kehadiran Ayah, tentu sangat berat bagi Sari. Itulah mengapa Sari juga sering terlihat jualan mainan, VCD atau apa saja yang penting halal. 

Tak perlu malu untuk berkreatifitas dalam memperjuangkan cita-cita. Kesuksesan tidak didapat dengan instan. Butuh proses yang terkadang panjang dan berliku. YMI telah memberikan kailnya, yaitu beasiswa untuk menutupi sebagian biaya kuliah.

Beasiswa tidak diberikan Full 100% supaya anak-anak YMI mau berjuang dan belajar mandiri. Ini bagian dari pembinaan.

Pengurus YMI Lampung Selatan (Lamsel) Zainal Abidin mengungkapkan bahwa Sari adalah salah satu anak didik YMI Lamsel yang punya komitmen kuat untuk sukses. "Saat melihatnya berjualan, tak terasa air mata ini menetes melihat begitu beratnya jalan yang harus ditempuh. Semoga ini menjadi cambuk bagi anak-anak YMI lainnya di seluruh Indonesia, agar kita bisa menggapai kesuksesan bersama-sama," ujar Zainal. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Pantang Menyerah, Santri YMI Jualan Kue Pancong untuk Biaya Kuliah"

Post a Comment