Bunda Yani, Sosok Perempuan Pekerja Keras yang "Nggak Ada Matinya"

Hari ini (Sabtu, 2/2) usianya tepat 59 tahun. Wahyani, yang akrab dipanggil Bunda Yani, adalah Bendahara YMI Lampung Selatan sekaligus Ketua Bid. Muslimah Dewan Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung. 

Mengelola ratusan anak yatim di Rumah Qur'an YMI Lampung Selatan di Desa Branti Raya (Natar), Bunda Yani tak pernah mengeluh dan selalu tampil energik. Kini anak-anak asuhannya itu bahkan sudah bertebaran kuliah di berbagai kampus di Jakarta, Depok dan Lampung.

Dalam sehari bisa beberapa agenda yang dilakoni. Mulai dari pengajian, rapat, temu silaturahim, mengajarkan anak-anak asuhnya, hingga membawa anak-anak asuhannya itu memenuhi undangan para donatur. 

Al-Harokah Barokah. Bunda Yani menjemput barokah dengan bergerak dari satu lokasi dakwah ke lokasi dakwah lainnya secara cepat. Seakan melompat dari satu dusun ke dusun lainnya. Demi memuliakan anak yatim dan membangkitkan kejayaan umat Islam.

Bunda Tani bersama Dua Putrinya

57 tahun bukanlah lagi usia yang terbilang muda. Banyak orang di usia sebaya yang sudah merasa letih, tak berdaya dan sulit melakukan aktifitas memberi manfaat untuk orang lain. Namun ini tidak berlaku bagi Bunda. Semangatnya tak pernah berhenti menyala. Istilah orang Betawi, "Nggak ada matinya."

"Bunda Yani adalah aset berharga bagi umat Islam, aset bagi YMI, aset bagi Dewan Dakwah. Lampung beruntung memiliki sosok seperti beliau," ujar Ketua Umum YMI Adhi Azfar.

Terus lanjutkan kiprahnya Bunda, dan Selamat Ultah ke-59, Barokallah Fii Umrik.#

0 Response to "Bunda Yani, Sosok Perempuan Pekerja Keras yang "Nggak Ada Matinya""

Post a Comment