YMI Pandeglang Mendidik Anak Sekampung dengan Cinta

Dulu di desa ini tingkat putus sekolahnya sangat tinggi. Dengan berbagai penyebab, anak-anak tak bisa melanjutkan sekolah. Penyebab terbanyak adalah faktor ekonomi keluarga dan motivasi yang lemah dari orang tua. Menghadapi kondisi seperti ini, pengurus YMI Pandeglang yang dikomandoi Pak Imat dan Teh Mumun tak langsung patah semangat. 

Mereka bersama rekan-rekan yang sevisi mencoba membangkitkan kembali semangat anak-anak untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Berdirilah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Munashoroh dengan bangunan yang masih numpang di sebuah pesantren. 

MTs gratis ini mereka mulai dengan kondisi seadanya. Alhamdulillah, pada tahun pertama mendapatkan siswa 14 orang, dan atas izin Allah, setelah 3 tahun berjalan, sekarang siswanya 53 orang (3 angkatan, kelas 7, 8 dan 9). Capaian yang luar biasa. Karena sangat tidak mudah mengajak anak-anak di desa untuk sekolah. 

Dengan konsep sekolah yang menyenangkan dan mengembangkan seluruh potensi siswa, perlahan-lahan siswa MTs Munashoroh berhasil menyabet juara di berbagai kejuaraan. Awalnya mereka adalah anak-anak pemalu dan tidak punya rasa percaya diri. Tapi Alhamdulillah dengan terus dimotivasi oleh pembina dari YMI Pusat dan YMI Pandeglang, akhirnya mereka tumbuh menjadi anak-anak pemberani dan sudah bisa mendongakkan wajahnya ketika di panggung. 

Masya Allah... Allahu Akbar... Sangat terharu melihat begitu pesat perkembangan mereka. Lebih merinding lagi setelah kepala sekolah MTs Muanshoroh memberi tahu kepada kami, bahwa guru-guru di sana tak mengejar imbalan. Mereka hanya mendapat gaji pertiga bulan dengan besaran Rp.100.000 per orang. Dengan cinta dan keikhlasan mereka akan terus mendidik anak-anak di kampung ini tanpa mengenal lelah. (umm). #

Lisda Astuti
YMI Pusat

0 Response to "YMI Pandeglang Mendidik Anak Sekampung dengan Cinta"

Post a Comment