Semoga Lahir Harvino-Harvino Baru di Jajaran Pilot Indonesia

(Kisah Perjalanan Pilot yang Sholeh)

Jejak kebaikan pribadi yang sholeh tak ada habisnya dibahas. Agar menjadi tauladan bagi manusia yang ditinggalkannya. Harvino, Kopilot Lion Air JT610 telah menjadi contoh Pilot era Milenial yang tetap beramal sholeh, berdakwah dan berbagi manfaat disela-sela jadwal terbang yang padat.

Kesholehannya bermula sejak masih dibangku SMA. Harvino tergabung dalam Kerohanian Islam (Rohis) SMA 68 Salemba, Jakarta. Dapat gelar "Anak Mushala" karena Shalat Dhuha menjadi kesehariannya di Mushala Uswatun Hasanah SMA 68. 

Harvino, memang bukan pimpinan dalam struktur organisasi Rohis itu. Seringkali dia hanya ditugaskan sebagai "sopir" antar jemput penceramah yang dijadwalkan mengisi acara untuk siswa-siswi SMA 68.

Tapi ukuran taqwa itu kan tidak ditentukan jabatan. Syurga bukan hanya milik pemimpin dan para Ustadz. Inilah kaidah yang tertanam dalam jiwa "Anak Rohis." Ihsan dan ikhlas dalam setiap amal yang dilakoni, itulah yang menentukan. 

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ
Sesungguhnya Allah Mewajibkan Ihsan atas segala sesuatu. HR. Muslim, no.1955.

Harvino lulus melakoni perannya. Jadi supir, angkut snack dan nasi bungkus, atau jagain meja absensi. Tak sekalipun dia mengeluhkan posisinya, apalagi sampai menyebut ini pekerjaan "sontoloyo."

Senyum sumringah selalu menghiasi wajahnya saat ditugaskan. 

Kegemarannya menyupir mobil membawanya menyukai dunia penerbangan. Lulus SMA, Harvino memilih sekolah penerbangan disaat kawan-kawan lainnya kuliah diberbagai Universitas ditanah air. Saat itu jarang ada Anak Rohis punya cita-cita jadi Pilot. Harvino konsisten dalam tekadnya.

Sebelum jadi Kopilot, Harvino sempat bekerja di bagian ATC (Air Traffic Controller) yang bertugas memandu perjalanan pesawat. Harvino meniti lika-liku karirnya di dunia penerbangan tanpa meninggalkan tugasnya sebagai muslim. Yang dicari pertama kali ketika dia landing adalah tempat shalat. 

"Captain, ijin shalat dulu ya." Demikian kesaksian Captain Edward Limbong saat Harvino minta ijin shalat.

Tahun 2015, dalam sebuah Halal Bihalal Alumni Rohis SMA 68 Angkatan 95, Harvino daftar menjadi salah satu Ayah asuh bagi anak-anak yatim yang dikelola YMI (Yayasan Munashoroh Indonesia). Anak yatim yang diasuh berasal dari Desa Nyamplung Sari, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. 

Kenapa dipilih desa itu? Di desa Nyamplung, sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai Nelayan. Saat YMI berkunjung kesana, banyak anak-anak yang putus sekolah. 

"Adik ini kenapa tidak sekolah Bu?" tanya kami pengurus YMI saat berkunjung ke Kampung Nelayan itu.

"Karena gantian sama kakaknya, kalau dia sekolah, kakaknya nggak bisa sekolah, karena anak saya ada 8 orang, jadi harus gantian." Begitu jawaban si Ibu.

Rumahnya hanya beralaskan tanah. Ini tak hanya 1-2 rumah yang ditemukan YMI. Ada beberapa jawaban yang mirip dengan si Ibu tadi.

Terenyuh, Harvino menyatakan siap mengasuh anak-anak itu, membiayai kebutuhan sekolahnya, mengembalikannya ke sekolah, mencarikan trainer untuk memotivasi anak-anak itu, hingga membahagiakan mereka saat hari raya Lebaran dan Idul Adha. 

Persis seperti hubungan Ayah dan anak. Saat anak-anak terima rapor sekolah, anak-anak asuh Harvino pun mengirimkan rapor sekolah dan laporan Hafalan Qur'an mereka. "Terima Kasih Ayah Harvino." Tulis anak-anak asuh dalam sebuah foto yang dikirim ke Ayahandanya lewat jaringan WhatsApp.

Selama 3 tahun Harvino menyekolahkan anak-anak asuhnya itu. Jarak yang jauh tak menghalangi sifat dermawannya. "Pilot yang Sholeh." Gelar ini telah disematkan untuk sang Captain.

Dalam wawancara eksklusifnya, Pilot Senior Edward F. Limbong pun berharap, "Semoga lahir Harvino-Harvino baru dalam dunia Penerbangan Indonesia."

Selamat Jalan Captain Vino.....

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)


0 Response to "Semoga Lahir Harvino-Harvino Baru di Jajaran Pilot Indonesia"

Post a Comment