Dari Jualan Gorengan sampai Narik Becak, Ini Perjuangan Mahasiswa hingga Jadi Sarjana

Oleh Maryana (Gen Muda YMI)



Hai Teman-teman, Saudara-saudariku, Bapak dan Ibu. Aku Maryana, punya sebuah kisah insipiratif dan mengharukan tentang perjuangan seseorang dalam meraih gelar sarjana.

Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga itu enggak mudah lho, termasuk menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana hingga doktor. Enggak sedikit dari mereka yang harus berjuang untuk kuliahnya dengan kisah yang mengharukan.

Tentunya ini membuat kita yang mungkin saat ini masih tugas akhir yang enggak kunjung selesai karena dosen yang susah ditemui waktu mau bimbingan... Eh jadi curhat... Mungkin cerita singkat ini bisa jadi tambahan semangat dengan cara melihat perjuangan orang lain untuk meraih wisuda.

Yang pertama mau aku ceritakan adalah kisah Asnawi, mahasiswa ini kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dia lulus kuliah jadi sarjana dengan cara berjualan gorengan. Dia enggak pernah malu lho jualan begituan... Ini untuk membiayai hidup dan kuliahnya sendiri.

Menariknya, di hari wisudanya dia membawa pikulan gorengannya itu untuk dibagikan kepada orang-orang disekitarnya. Selama ini ia berdagang gorengan disekitar tempat kost yang nggak jauh dari tempat kuliahnya. Ia juga mengaku kegiatan kuliahnya nggak pernah terganggu selama ia berdagang. 

Luar biasa, selamat ya Asnawi....



Berikutnya, namanya Raeni, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Perjuangan Raeni untuk meraih gelar sarjana sangat mengharukan.

Raeni hidup ditengah keluarga yang sangat terbatas perekonomiannya. Pekerjaan ayahnya hanya seorang  tukang becak. Tetapi keadaan itu tak membuat Raeni patah semangat. Ia terus mencari cara supaya bisa lulus kuliah dengan nilai yang baik. Ia ingin jadi kebanggaan orang tuanya ditengah berbagai keterbatasan. 

Bagaimanapun caranya aku harus tetap sekolah untuk mendapatkan gelar sarjana. Ini yang selalu ada dalam hati Raeni. Dengan hati penuh semangat dan tanpa kenal menyerah, Allah SWT memudahkan jalannya. Raeni mendapatkan beasiswa bidik misi dan beberapa kali mencapai indeks prestasi yang sempurna. Raeni pun lulus kuliah, jadi sarjana dengan IPK 3,96 dan predikat Cum Laude. Saat wisuda, Raeni pun naik becak sebagai simbol bahwa "Kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, yang penting punya keinginan kuat untuk menjalankannya."




Ditulis oleh Maryana, lahir pada tanggal 17 Februari 2000, berasal dari pelosok desa bernama Napal kec. Kelumbayan, Kab. Tanggamus, Lampung.

Ayo Semangat Fren.....

Bersama Gen Muda YMI
Memahat Peradaban dengan Menulis

0 Response to "Dari Jualan Gorengan sampai Narik Becak, Ini Perjuangan Mahasiswa hingga Jadi Sarjana"

Post a Comment