Aqiqah, Walimatutasmiyah dan Air Mata


Hari kamis (14/9) YMI Lampung Selatan (Lamsel) mengaqiqahkan anak asuh yang baru lahir 7 hari yang lalu. Bayi mungil itu adalah buah cintanya Almarhum Saripudin bin Sabarudin dan istri. Sang ayah wafat seminggu sebelum bayi mungil itu lahir.

Sebelum meninggal Almarhum Saparudin sudah meninggalkan nama buat sang anak. Diberi nama, REVALINA ARIVIAN BINTI SAPARUDIN.

Nama yang indah. Cantik, secantik si bayi kecil yang baru lahir.

Tak terasa air mata kami pun menetes ketika kami melihat putri cantik berada dihadapan kami. Bayi yang kini harus kuat  menghadapi dunia tanpa kasih sayang Ayahnya. Bayi yang tak tahu seperti apa wajah sang ayah. 

Disisi lain, 3 kakaknya yang masih polos dan lugu tetap sabar menghadapi kenyataan. Tentu mereka semua berharap takdir terbaik dalam perjalanan hidup mereka setelah ditinggal wafat ayah.

Pemberian nama tersebut langsung disampaikan oleh Ketua YMI Lamsel Iwan Ansori dalam acara aqiqah di Desa Branti Raya, Natar, Lampung Selatan. Dihadiri oleh pengurus YMI Lamsel lainnya, yaitu Bunda Yani dan Zainal Abidin, serta para donatur, orang tua asuh YMI dan penasehat YMI Lamsel Haji Abdul Haris dan warga sekitar.

Acara aqiqah ini diadakan lewat hasil musyawarah pengurus YMI Lamsel dan keluarga besar almarhum, yaitu Ibu Yuni (istri Alm Saripudin). 

"Terima kasih bunda dan abi atas perhatiannya dan aqiqahnya untuk anak saya," tutur Yuni, yang kini berjuang menghadapi kenyataan hidup bersama 4 anaknya. Rapi, Kapka, Revan dan bayi mungil Revalina.

Semoga sang bayi menjadi anak yang sholihah dan menjadi qurrota a'yun bagi kedua orang tuanya, dan semua orang yang memandangnya. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA)

0 Response to "Aqiqah, Walimatutasmiyah dan Air Mata"

Post a Comment