Kisah Ermawati, Dari Mustahik ke Muzaki

Hari ini setahun lalu, tepatnya tanggal 10 Agustus 2017, nama Ermawati menghiasi berita populer di media YMI. Erma (begitu panggilannya) menggoreskan tinta emas sebagai anak asuh YMI pertama yang lulus SMA dan menjadi donatur YMI Lampung Selatan (Lamsel).

Erma menginfaqkan sebagian rezeki yang dia peroleh untuk membantu anak-anak yatim di desanya, Desa Branti Raya, Natar, Lampung Selatan. 

(Baca juga : Dulu Anak Asuh, Sekarang Donatur YMI, Kisah Inspiratif dari Desa Branti Lampung) 

Ditempat yang sama 3 tahun lalu, yaitu tahun 2015, nama Erma masih tercatat dalam daftar anak asuh YMI. 

Erma bukan anak asuh yang minim prestasi. Dalam kompetisi Nasional YMI 2015, Erma tampil sebagai Juara Hafalan Al-Qur'an dalam ajang yang digelar YMI setiap 2 tahun sekali. Erma finish di urutan ke-4 dibawah Siti Fatimah (Juara 1, Pandeglang), Sidiq Rosyidin (Juara 2, Lebak) dan Basri (Juara 3, Lampung Timur). Kini Fatimah dan Basri kuliah di Jakarta dengan Program Beasiswa Kuliah YMI.


Kini, Erma tidak ingin lagi menerima dengan tangan dibawah, dia sudah konsisten menjadi donatur YMI.

Hari senin kemarin (14/8) Erma berkunjung ke rumah Ketua YMI Lamsel Iwan Ansori. Tujuannya adalah silaturahim dan menanyakan kabar adik-adiknya di Rumah Qur'an YMI Lamsel.

"Dia (Erma)  kesini untuk membawa beberapa karung beras untuk diberikan kepada adik-adiknya, anak-anak asuh YMI Lamsel," tutur Iwan Ansori. 

"Tak terasa air matapun menetes terharu dan bangga melihat anak asuh kami yang sudah dewasa dan sudah bekerja. Erma masih ingat dengan adik-adiknya," ungkap Iwan dengan mata berkaca-kaca.

"Insya Allah kami siap menerima ini dan akan disalurkan bersamaan dengan pembagian daging qurban di Hari Raya Qurban," tandas Iwan. #

Bersama YMI 
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa 
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA) 

0 Response to "Kisah Ermawati, Dari Mustahik ke Muzaki"

Post a Comment