Kisah Cinta Rasulullah SAW Kepada Anak Yatim

Oleh Abuani  (Mahasiswa STEI  SEBI)

Kisah ini diceritakan oleh Anas bin Malik r.a (dari kitab Durratun Nasihin). Suatu pagi, usai shalat idul fitri, seperti biasa Rasulullah SAW mengunjungi rumah demi rumah untuk bersilaturahim  dan mendoakan kaum muslimin. Mereka semua terlihat gembira, terutama anak-anak.

Tiba-tiba Rasulullah SAW melihat seorang gadis kecil duduk bersedih di ujung jalan. Gadis kecil itu memakai pakaian bertambal memakai sepatu usang.

Rasulullah SAW Bergegas menghampiri. Gadis kecil itu menangis tersedu-sedu sambil menutup wajah. Dengan penuh kasih sayang Rasulullah SAW memegang lembut kepala gadis kecil. “Anakku, mengapa kamu menangis? Bukankah ini adalah Hari Raya? Tanya Rasulullah SAW.

Gadis kecil itu terkejut, tapi ia masih belum mengangkat kepala.  Ia menjawab terbata-bata, “Semua anak ingin merayakan Hari Raya bersama orang tuanya. Semua anak bermain dengan riang gembira. Namun, aku teringat pada ayahku. Itu sebabnya aku menangis. Waktu itu hari raya terakhir bersamanya. Ayahku membelikanku gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah SAW, hingga ia terbunuh. Kini ayahku telah tiada. Aku telah menjadi yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, untuk siapa lagi?”

Mendengar penuturan gadis kecil itu, Rasulullah SAW turut bersedih. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai kepala gadis kecil itu seraya berkata, “Anakku, hapuslah air matamu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? Apakah kamu ingin Fatimah menjadi kakak perempuanmu dan Aisyah menjadi ibumu? Bagaimana, anakku?” 

Mendengar rentetan kalimat tersebut, gadis kecil itu berhenti menangis. Ia mengangkat kepala dan memandang laki-laki yang membelai kepalanya dengan takjub.  Ia seolah tidak percaya dengan penglihatannya. Masya Allah! Benar, laki-laki ini adalah Rasulullah SAW. Gadis kecil itu mengangguk setuju.

Lalu mereka pun bergandengan tangan menuju rumah Rasulullah SAW. Hati gadis kecil itu pun diliputi jutaan kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Ia berjalan sembari menggenggam erat tangan Rasulullah SAW yang lembut bagaikan sutera.

Sesampai di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu pun dibersihkan dan rambutnya disisir. Ia pun dipakaikan gaun yang indah serta diberi makanan dan uang saku berhari raya. Kemudian ia diantar ke luar untuk bermain dengan anak-anak lainnya.

Tentu saja anak-anak lain dan para orang tua merasa heran melihat perubahan yang terjadi pada gadis kecil itu. Mereka bertanya, “Hai, gadis kecil, apa yang terjadi? Mengapa kamu menjadi sangat gembira?”

Sambil menunjukan gaun dan uang sakunya, gadis kecil itu pun menjawab, “Akhirnya aku memiliki ayah. Siapa yang tidak bahagia memiliki ayah seperti Rasulullah SAW? Aku juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia. Ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia berserta isinya.”

Saudaraku...
Perhatikanlah di sekitar kita. Banyak anak yang tak lagi memiliki seorang ayah, ibu, atau bahkan kedua-duanya. Mereka ada yang tinggal di panti-panti asuhan, ada yang tinggal bersama keluarga mereka dengan kondisi serba kekurangan.

Dalam kondisi usia yang masih amat kecil, mereka harus hidup tanpa kasih sayang dan bimbingan orang tuanya. Kewajiban kita untuk memperhatikan, menyantuni dan mengasihi mereka.

Rasulullah SAW telah memberikan teladan betapa beliau sangat menyayangi anak yatim.  Sebagai umatnya, selayaknyalah kita mengikuti contoh yang ditunjukan oleh Rasulallah SAW.

Mari kita rangkul mereka dengan penuh kasih sayang, kita bawa mereka menuju hari-hari bahagia dan masa depan yang cerah, karena mereka pun berhak semua itu. #

Bersama YMI 
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa 
Ayo Jadi Orang Tua Asuh 
CP. 0812.881.50.526 (WA) 

0 Response to "Kisah Cinta Rasulullah SAW Kepada Anak Yatim "

Post a Comment