Kisah Silaturahim Kangen Anak Asuh dan Orang Tua Asuhnya

Oleh Ust. Zainal Abidin (Pengurus YMI Lampung Selatan) 

Demi rindu ingin bertemu dengan orang tua asuhnya, anak asuh ini rela mengorbankan uang sakunya untuk bayar tiket kereta. Ini yang dilakukan Sari Yudistira, anak asuh YMI Lampung Selatan (Lamsel) dan Basri, anak asuh YMI Lampung Timur (Lamtim).

Meskipun Basri bukan anak asuh kami di Lamsel, tapi itulah YMI, siapapun dia dari manapun dia berasal, dari cabang YMI pun adalah keluarga besar YMI. 

Awal cerita, pada suatu hari saya (Zainal) bersama Pak Haji Haris yang juga donatur YMI sedang ada acara di JCC Senayan Jakarta. Setelah tiba di JCC, saya teringat dengan anak asuh kami yang saat ini kuliah di jakarta, saya langsung hubungi lewat WA Grup anak asuh YMI Lamsel. 

"Sari, Abi sekarang ada di Jakarta dengan Ayah Haris, tepatnya di JCC. Sari kuliah nggak hari ini." Begitu tanya  saya di grup.

Kuliah bii pagi, jam 12 sudah pulang. "Abi.. Sari mau ke tempat abi ya?" Tanya Sari kemudian. 

"Iya nak abi tunggu nak," Jawab saya. 

Eh...Sari emang ada ongkos mau nyusul Abi? Tanya saya lagi. 

Dengan nada yang lembut Sari jawab, "Ada bi, Gapapa, uang saku Sari buat ongkos mau ketemu Abi sama Ayah Haris."

Singkat cerita Sari jam 12 pun berangkat dari kampus menuju JCC. Dalam perjalanan Sari ke JCC ternyata saya dan Pak Haji Haris ada agenda ke Tanah Abang. Lalu kami pun berangkat ke Tanah Abang, sementara Sari dalam perjalanan naik kereta ke JCC. 

Kira-kira setengah perjalanan, saya hubungi Sari via WA. "Sari, Abi sekarang menuju Tanah Abang dengan Ayah Haris, Sari dimana?"

"Sari masih di kereta bi," jawabnya. 

"Ya udah nanti Sari turun di Tanah Abang aja."  

Akhirnya kami sama-sama berada di Tanah Abang, akan tetapi beda blok karena minimnya pengalaman di Jakarta kami pun saling mencari. Sementara Ayah Haris saya biarkan duluan pulang ke hotel biar saya yang cari Sari dan Basri. 

Sari dimana nak? Tanya saya lagi. 

Sari di Pos Dishub bi.. 

Ini Abi di Pos Dishub nak malah di Kolongnya nih.

Ternyata pos dishubnya ada dua di ujung dekat blok B dan ujung blok F dan sama persis bentuknya. 

Sari dan Basri di blok F, saya di blok B.

Sudah setengah hari kami saling mencari dengan wajah yang sudah tak lagi segar karena sengatan panas dan  debu.

Setelah kami sama-sama lelah mencari kami pun akhirnya bertemu. Sari dan Basri saya ajak ke Hotel tempat kami istirahat.

Setelah tiba di Hotel, istirahat sejenak kami pun  langsung mencari makanan. Saat itu memang anak-anak saya ini sudah sangat lapar sekali. 

Sambil makan kami dengar cerita anak asuh kami selama hidup dan kuliah di Jakarta. 

Tak lupa kami sampaikan nasehat kepada mereka, semoga termotivasi agar selalu semangat dalam menuntut ilmu. 

Di antara nasehat kami adalah "Hidup itu pilihan nak. Ilmu itu adalah bekal, pengalaman adalah guru, di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedomanmu.

Sukses buat semua anak asuh YMI, semoga kalian pulang jadi sarjana. #

Bersama YMI 
Mencetak Sarjana dari Pelosok Desa 
Ayo Jadi Orang Tua Asuh 
CP. 0812.881.50.526 (WA) 

0 Response to "Kisah Silaturahim Kangen Anak Asuh dan Orang Tua Asuhnya "

Post a Comment