8 Tahun Kiprah YMI Pandeglang dalam Diary Anak Asuh

Oleh : Neng Asri (Gen Muda YMI) 

Aku (Penulis) adalah salah satu anak asuh YMI sejak usia Sekolah Dasar. Kini sudah kuliah melalui Program Beasiswa Kuliah YMI. 

Pandeglang adalah tempat kelahiranku, tepatnya di Kampung Cibagolo, Desa Cililitan, Kecamatan Picung,  Kabupaten Pandeglang. Disitulah berdiri sebuah Yayasan yang diberi nama Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI). Pandeglang adalah salah satu cabang dari sekian banyak cabang YMI ditanah air. 

YMI sendiri berpusatkan di Jakarta yang diketuai oleh Abi Adhi Azfar.

YMI Pandeglang berdiri pada tahun 2010. Diawal berdirinya, YMI Pandeglang diketuai oleh Bapak Encep Bachtiar. Saat itu aku masih berumur sekitar 11 tahun dan baru naik kelas V di SD Cililitan 1.

Namaku Eneng Asri, aku memiliki teman bernama Eggi. Eggi adalah teman karibku, baik di sekolah maupun di rumah, teman bermain dan teman mengaji. Kami menghabiskan waktu dan kegiatan bersama-sama. 

Suatu hari di tahun 2010, ketika kami sedang berjalan melewati tempat dimana tempat itu adalah tempat kami mengaji setiap ba'da Maghrib, tiba-tiba kudengar suara yang memanggil dari arah tempat itu, suara itu tidak asing lagi bagi kami, kami sangat mengenal suara itu "Eggi, Eneng Asri kesini sebentar."

Suara itu tak lain dan  tak bukan adalah Bunda Mumun. Bunda Mumun adalah seorang guru, beliau adalah guru kami di Rumah Qur'an, serta guru mengaji kami serial Ba'da Maghrib. Setelah mendengar panggilan itu kami langsung bergegas menuju rumah Bunda Mumun. "Eggi, Eneng Asri, besok mau tidak latihan kesenian angklung, untuk diperlombakan," ujar Bunda Mumun. 

Tanpa berpikir panjang kami langsung mengiyakan ajakan Bunda Mumun. Esok harinya kami pergi ke Rumah Bunda Mumun pada jam yang telah ditentukan, dan akhirnya sesampainya disana kami langsung di latih oleh Bapak Iwan dan Ayah Imat. Ayah Imat adalah suami dari Bunda Mumun. 

Tak hanya kami yang ikut latihan angklung, ada beberapa anak yang juga ikut. Kami semua latihan dengan semangat, tak kenal lelah dan saking asyiknya kami lupa pulang.

Setelah beberapa minggu kami latihan akhirnya tibalah saatnya untuk berangkat ke tempat pentas, yaitu di Jakarta Timur. Tepatnya di Restaurant Paparon Pizza.

Alhamdulillah kami sampai tujuan dengan selamat, kami langsung bersiap masuk ke tempat acara. Tak lama kemudian acara dimulai. Tibalah saatnya kami pentas.

Dengan hati dag dig dug... Diawali dengan Bismillah akhirnya kami tampil maksimal dan disitulah tepat di bukanya YMI cabang Pandeglang, cabang YMI yang ketiga.

YMI Memberdayakan dan Menyekolahkan Anak Yatim Dhuafa hingga Pelosok Desa 

Tak terasa sekarang tahun 2018, sudah sekitar 8 tahun lebih aku menjadi anak asuh di Yayasan Munashoroh Indonesia cabang Pandeglang. Dari semenjak aku Sekolah Dasar (SD)  hingga mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Babunnajah (STAIBANNA) Menes, dan itu tidak lepas dari binaan serta bantuan dari jasa kedua orangtuaku dan jasa dari YMI.

Abi Adhi Azfar serta Ummi Lisda Astuti adalah orang yang sangat baik dan berhati mulia yang dikirim oleh Allah SWT untukku, untuk membantu anak-anak yatim dhuafa agar tetap sekolah dan menuntut ilmu hingga menggapai cita-citanya, serta tak lupa juga orang-orang yang hebat dan mulia (para donatur) yang mau menyisihkan uang setiap bulannya untuk kami di desa.

Aku adalah salah satu anak asuh YMI Pandeglang yang kini diketuai oleh ayah Imat Hismatullah dan istri tercintanya Bunda Mumun Munawaroh. Bagiku mereka bukan orang lain lagi, mereka adalah pahlawan yang memperjuangkan hidupku setelah kedua orang tuaku. Mereka selalu ada dan siap membantuku kapan pun aku butuhkan.

(Baca juga : Untuk Berdayakan Anak Yatim, YMI Masuk hingga Pelosok Desa) 

YMI tak hanya menyekolahkan dan menyantuni anak yatim dhuafa di pelosok desa. Tetapi YMI ini memberdayakan anak-anak desa dan memberi motivasi bagi anak-anak asuh agar tetap semangat menjalani kehidupan.

YMI memiliki rutinitas kegiatan di setiap cabang yaitu melakukan pengajian 3 kali dalam seminggu serta setoran Hafalan Qur'an setiap 1 bulan sekali. YMI juga membuat laporan semester yang berisi nilai anak-anak asuh selama belajar di Rumah Qur'an YMI dan di sekolahnya masing masing.

Kegiatan yang paling bikin kami senang dan bersemangat adalah ketika Abi dan Ummi berkunjung ke setiap cabang YMI, karena disitulah kami bisa bertemu dengan orang yang memiliki hati mulia. Bila Ummi dan Abi berkunjung pasti memiliki kejutan yang bikin kami deg-degan serta membuat kami senang dan bersemangat.

YMI juga mengadakan acara setiap 2 tahun sekali yaitu kompetisi untuk tiap-tiap cabang. Nah, disitulah moment yang sangat luar biasa karena disitulah seluruh cabang bertemu dan berkumpul serta bersilaturahim. YMI mengasah kemampuan anak-anak asuhnya.

Itu juga adalah moment dimana dari seluruh anak asuh YMI, terpilihlah Anak Asuh Terbaik (The Best of The Best), dan mendapatkan Reward Tabungan Kuliah dan tiket ke Jakarta. Subhanallah luar biasa di tahun 2017 kemarin telah terpilih Siti Fatimah sebagai anak asuh the best of the best. Siti Fatimah adalah anak asuh YMI cabang Pandeglang.

Ayah Imat dan Bunda Mumun sangat bangga sekali, ketika anak asuh yang selama ini diasuhnya sudah memiliki jalan dan kemudahan untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kesuksesan seseorang anak tak lepas dari dorongan dan doa serta didikan Ayah Bundanya. Seorang guru bisa dikatakan sukses dalam mengajar jika seorang muridnya sukses pula. #

Bersama YMI
Mencetak Sarjana dari Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0812.881.50.526 (WA) 

0 Response to "8 Tahun Kiprah YMI Pandeglang dalam Diary Anak Asuh "

Post a Comment