Sabar di Zaman Now dan Zaman Old


Oleh : Sari Yudistira (Generasi Muda YMI)

Pernahkah anda berjam-jam menunggu teman yang tak kunjung datang padahal sudah janji? Pernahkah anda terpaksa merelakan kehilangan barang berharga karena dicuri orang lain? Atau terpaksa menerima celaan orang lain dengan lapang dada? 

Semua itu perlu sebuah sikap yang bernama Sabar. Terkadang, sikap sabar harus kita paksakan hadir dalam jiwa kita. Tak semua orang dikaruniai sikap sabar. Hanya orang-orang tertentu yang mampu memiliki sikap sabar ini. Itulah mengapa Allah SWT menyatakan bahwa Dia senantiasa bersama orang-orang yang sabar. "Innallaha Ma'as Shobirin..."

- Sabar itu berat
- Sabar itu sulit
- Sabar itu capek
- Sabar itu kesel
- Sabar itu jenuh

Mengapa begitu? Karena sabar itu separuh daripada Iman.

Sabar adalah menahan diri, emosi, keinginan, dan ketahanan dalam situasi yang sulit dan tidak mengeluh.

Sabar merupakan pengendalian diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa. Apabila semakin tinggi kesabaran yang dimiliki seseorang, maka semakin kuat pula seseorang tersebut dalam menghadapi segala macam masalah yang menghadapinya dalam kehidupannya.

"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut-Nya yang bertaqwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah SWT mencintai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran : 146)

Rasulullah SAW dicela, dituduh tukang sihir, pendusta dan lain sebagainya. Namun sikap sabar selalu menyertai Rasulullah SAW. Bahkan di Thoif, Rasulullah SAW ditimpuki dengan batu. Sikap sabar Rasulullah SAW tersebut, membuat penduduk Thoif tidak jadi di adzab Allah SWT. Hasilnya terlihat sekarang, banyak penduduk Thoif yang keluar dari kekafiran menuju iman kepada Allah SWT.
Manfaat sabar :
1. Memberikan ketenangan pada tubuh dan pikiran.
2. Bersyukur apa yang Allah berikan.
3. Hidupnya tentram dan damai.

Semakin kita beriman kepada Allah maka semakin mudah bagi kita untuk bersabar!!

Bersama Generasi Muda YMI
Memahat Peradaban dengan Menulis
Ayo Menulis, CP. Hamidah Nur Azizah : +62 853-8034-1248

0 Response to "Sabar di Zaman Now dan Zaman Old"

Post a Comment