Kisah Nyata, Wanita yang Menawar Dagangan Bapak Tua Miskin

(Kisah nyata ini tentang seorang wanita yang membanggakan kelihaiannya menawar barang dagangan bapak tua yang miskin)

Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil, seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya.

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 satu potnya.”

Tadinya wanita itu cuek, tapi tiba-tiba ia teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, "Wah murah nih," pikirnya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.

Wanita: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000 per pot ya,” dengan gaya cuek wanita itu menawar sadis.

Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng, bapak udah sore mau pulang.”

Wanita itu ragu sejenak, "Memang murah sih, pikirnya. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan aku dong kalau tidak berjuang," gumamnya dalam hati.

Wanita: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” wanita itu berlagak hendak pergi. Makin sadis menawar.

Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”

Wanita itu bersorak dalam hati, "Yeee…menang..!" ujarnya dalam hati.

"Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran."

Wanita itu pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan.

Si bapak pedagang mengikuti di belakang.

Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, wanita itu membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi.

Lalu terjadilah percakapan wanita itu dengan suaminya. 

Wanita: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”

Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”

Wanita: “50 ribu.”

Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot..??” (dia kaget).

Wanita: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya? Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” wanita itu tersenyum lebar dan bangga.

Suami: “Kebangetan kamu, sadis amat! Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasih dia 150.000..!”

Suami membentak keras dan marah, wanita itu kaget dan bingung.

Wanita: “Tapi… kenapa..?”

Suami: (Makin kencang ngomongnya),
“Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, wanita itu langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua.

Bapak itu terlihat hendak naik angkot di pinggir jalan.

Wanita: “Pak…… tunggu pak…”

Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”

Wanita: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”

Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000, bener kok uangnya,” si bapak keheranan.

Wanita: “Udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil ia serahkan uang 150.000 ke tangannya.

Pedagang: (Tiba-tiba menangis dan berkata): "Ya Allah neng… makasih banyak neng… ini jawaban do'a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat."

Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu.
Makasih ya neng… suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami,

Alhamdulillah ya Allah....
Bapak pamit neng mau pulang…,” dan si bapak pun berlalu.

Wanita: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan wanita diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit.

Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh wanita itu.

Sejak kejadian tersebut, wanita itu berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun.
Dia Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan....

*******

Sahabat YMI.....

Kisah ini mengingatkan kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain, terutama orang kecil, secara semena-mena.

Semoga Allah menjaga kita dari sikap dan perilaku tidak adil dan kikir. 

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan barangsiapa yang dipelihara (terhindar) dari kekikiran dalam dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. At-Taghabun:16)

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Kisah Nyata, Wanita yang Menawar Dagangan Bapak Tua Miskin"

Post a Comment