Kisah Inspiratif, Makan dengan Sumpit Panjang

Kisah Nyata di Surabaya tahun 1980-an.

Ada seorang pengusaha kaya raya, pemilik restoran terkenal dan terbaik yang pernah ada pada masa tersebut.

Selain rasanya khas, makanannya sangat lezat, dan pelayanannya pun sangat memuaskan siapa saja yang datang ke sana.

Berkat restoran itu pula, sang pengusaha mendapat banyak rezeki.

Meski usahanya menjadi berkembang di berbagai bidang, namun restoran itulah yang menjadi urat nadi usaha yang sangat dijaganya.

Karena tak memiliki keturunan, di usianya yang sudah makin tua, ia ingin mewariskan usaha itu pada orang terpilih yang nanti akan dipercaya untuk menjalankan usahanya itu.

Ia nanti akan menyerahkan usaha itu kepada orang yang terbaik, dengan syarat separuh hasil yang didapat, harus disumbangkan kepada kaum yang tak berpunya.

Beberapa saat sang pengusaha memikirkan cara untuk memilih orang tersebut.

Hingga ia memutuskan untuk mengundang 80 orang yang dianggap terbaik di daerahnya. Kepada 80 orang tersebut, ia menyajikan hidangan terbaik untuk makan malam di restorannya.

Saat ke-80 orang tersebut berdatangan memenuhi undangannya, banyak wajah berharap, mereka yang akan terpilih mewarisi kekayaan sang pengusaha. Begitu pun sang pengusaha, ia berharap bisa memilih orang terbaik yang bisa mewarisi usahanya. 

Setelah berbasa-basi sejenak, ke-80 orang itu lantas dipersilakan duduk untuk menyantap hidangan makan malam.

Uniknya, ada 20 meja kotak yang disediakan, dengan sumpit yang sangat panjang di masing-masing meja. Karena itu, saat mulai dipersilakan makan, hampir semua orang yang sudah tak sabar merasakan kelezatan makanan dari restoran sangat terkenal itu pun kerepotan.

Sang pengusaha lantas berkeliling ke semua meja makan. Ia melihat hingga meja ke-19 tak ada satu pun yang berhasil menyantap makanan yang dihidangkan. Sebab, mereka berlomba-lomba makan dengan sumpit sangat panjang tersebut.

Hingga akhirnya, tepat di meja ke-20, sang pengusaha pun tersenyum.

Di meja tersebut, empat orang tampak menikmati hidangan dengan satu sama lain saling menyuapi. Memang, sumpit yang disediakan sangat panjang, sehingga mereka bisa menyuapi orang di depannya, dan sebaliknya.

Maka, hingga acara hampir selesai, hanya mereka berempatlah yang kenyang.

Sementara yang lain tak bisa menikmati hidangan karena berusaha sendiri-sendiri untuk segera menyantap makanan lezat tersebut.

*******

Sahabat YMI....

Kisah tersebut mengajarkan kepada kita, bahwa untuk bisa meraih sesuatu, kita seharusnya memulai dengan "berbagi."

Itulah mengapa slogan YMI adalah "Berbagi Sepenuh Hati."

Kita tak boleh serakah, tamak, atau hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Seperti yang tergambar dalam kisah tersebut, orang-orang yang kenyang adalah mereka yang mau "berkorban" dengan "berbagi" makanan kepada yang lain.

Sementara, orang lain sibuk mencari cara bagaimana bisa segera menyantap hidangan, justru kerepotan karena tak tahu “cara” yang tepat untuk memakan hidangan tersebut.


Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Kisah Inspiratif, Makan dengan Sumpit Panjang"

Post a Comment