Anak Yatim dan Sebutir Permen

Seorang lelaki tua terbaring lemah di rumah sakit. Sementara seorang anak muda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu.

Anak muda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring.

Anak muda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, "Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak."

Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya.

Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata,
"Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya."

Sebenarnya, Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami.

Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya.

Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.

Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja.

Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.

"Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ 

Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Abi (demikian sapaan si anak), Manisnya permen dari Abi masih terasa di mulut aku, bi....’

*******

Sahabat YMI....

Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Maha Baik.

Maka, jangan memikirkan untung-rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan.

Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas. Tanpa menghitung berapa perbuatan baik  kita yang sudah terbayar.

Manusia bisa salah berhitung, tapi Allah SWT tak pernah salah.

Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan... 

Selamat berbuat kebaikan....

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Anak Yatim dan Sebutir Permen"

Post a Comment