Kisah Nyata Anak Muda yang Berhasrat Kuat Menikah, Dilarang Meniru, Ini Khusus Profesional

SEDEKAH PEWUJUD MIMPI

Dilarang Meniru Ini Khusus Profesional. Kalimat ini mengandung makna larangan melakukan sesuatu, tapi karena biasanya otak kita ingin melaksanakan sesuatu yang dilarang, kalimat seperti itu justru menambah keinginan untuk melakukan sesuatu yang dilarang itu. 

Misalkan "Dilarang buang sampah sembarangan" Eh... malah pada buang sampah sembarangan. Betul... kan? Itulah mengapa diijalanan kita menemukan spanduk iklan "Dilarang melihat kekiri" Karena setelah dipasang  itu spanduk... malah banyak yang melihat kekiri."

Buatlah survei kecil-kecilan untuk melihat benarkah ditempat umum yang bertuliskan "Dilarang Buang Sampah" namun kenyataannya di sekelilingnya kotor kumuh banyak sampah. 

Tetapi ada pengecualian, yaitu orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Perintah dan larangan Allah SWT pasti dipatuhi mereka yang beriman. Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan kita semua untuk bershodaqoh dan membahagiakan orang lain, maka Allah SWT akan berikan kepada diri kita kebahagiaan dunia dan akhirat. Itu janji-Nya.

Ini kisah seorang pemuda yang punya satu cita dari sebagian banyak cita-citanya, yaitu keinginan kuat untuk menikah muda. Pemuda ini bukan dari kalangan keluarga mapan apalagi kaya harta. Dia hidup dan kuliah mengandalkan beasiswa dari masjid. Setiap hari dia mengajar anak-anak ngaji di masjid, dan membersihkan masjid layaknya seorang marbot pada umumnya. 

Selain mengajar anak mengaji, dia juga mengajar anak-anak di kampung Majasem (sekarang YMI Cabang Cirebon). Setiap habis shalat Isya, dia pergi mengajar ngaji di rumah-rumah dan komplek.  Bahasa kerennya Ustadz panggilan (Delivery and Order).  

Pada suatu hari rasa ingin nikahnya begitu menggebu-gebu, padahal usianya baru 20 tahun. Anak muda inipun berfikir keras agar bisa nikah, tapi benaknya berkata "Walah gimana mau nikah ngidupin diri sendiri aja susah apalagi ngidupin anak orang."  

Sambil menyemangati diri bahwa segala sesuatunya sangat mungkin terjadi selagi kita menuhankan Allah SWT. "Tuhan kita bukan harta, gaji atau orang tua, apalagi bagi yang punya orang tua namun tak sanggup menguliahkan anaknya." Begitu dalam benak anak muda ini. "Kuncinya ada dalam do'a orang tua kunci pembuka langit," ujarnya dalam hati.

Satu langkah pertama yaitu menabung untuk nikah, sekian hari berjalan menabung akhirnya mikir juga anak muda  ini, mau sampai kapan pun uang terkumpul tak akan cukup untuk sampai ke jenjang pernikahan. Akhirnya tabungan yang sudah terkumpul tak seberapa itu, dishodaqohkan semuanya. Dia bagi-bagikan ke pengemis di depan masjid, HP pun dia jual dan di shodaqohkan sampai dia tidak lagi punya uang sedikit pun.

Semua uang tabungannya? Iya semuanya. Bablas, bersih semuanya. Habis. Orang bilang "Bangkrut." Tak tersisa sedikitpun.

Akhirnya, makan tiap hari dia hutang di kantin masjid. "Mungkin ini jalan terbaik sebagai jalan Tol bebas hambatan untuk mencapai ridho Allah SWT.  Apa sih yang tidak bisa bagi Allah SWT, pasti Allah SWT balas semua ini." Anak muda ini hanya meminta agar dibalas dengan kemudahan untuk menikah.

Bangkrut..... Iya memang anak  muda sedang bangkrut. Tak ada uang sepeserpun. Hanya mengandalkan "uang bulanan" dari Masjid. Namun kebangkrutan itu tak lama, doa ditengah ketidakberdayaannya itu langsung di ijabah oleh Allah SWT. Dia pun dipertemukan dengan seorang gadis dari Bekasi, dan dia pun langsung mengungkap hasratnya untuk menikah. 

Mengagetkan, sang gadis langsung menyatakan bersedia dan memintanya untuk langsung berkunjung ke orang tuanya di Bekasi. Sepekan berselang, anak muda ini berkunjung ke rumah orang tua dari gadis idamannya itu. Apa responnya? Dia diberi waktu 2 pekan untuk datang lagi dan melaksanakan prosesi ijab kabul.

Menikahlah si anak muda ini dengan gadis pujaannya, gadis yang merupakan anak satu-satunya (anak tunggal). Semuanya tanpa biaya sepersen pun, biaya nikah semuanya ditanggung oleh orang tua mempelai wanita, dengan mahar hafalan surat Ibrahim dan kaligrafi syahadat.

Hanya dalam kurun 4 tahun berselang, anak muda ini sudah dikaruniai 2 orang anak, dan Allah SWT anugerahkan rezeki berupa sebuah rumah indah di Cirebon. "Tak butuh waktu lama bagi Allah SWT untuk mengganti semua yang telah kita shodaqohkan untuk umat, fakir miskin dan anak yatim," tutur anak muda yang kini berusia 26 tahun.

Siapakah pemuda itu? Dia adalah Ketua YMI (Yayasan Munashoroh Indonesia) Cabang Cirebon,  Subhan Salim, S.Pd.I. Barokallah Fiikum.

Mari berbagi inspirasi....

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Kisah Nyata Anak Muda yang Berhasrat Kuat Menikah, Dilarang Meniru, Ini Khusus Profesional"

Post a Comment