3 Point Arahan Ketua Umum YMI pada Rakernas 2018

Cuplikan Arahan Ketua Umum YMI
Rakernas YMI 2018

Ba'da Tahmid dan Shalawat


Keluarga Besar YMI yang dimuliakan Allah SWT

Tahun 2018 ini kita akan menghadapi tantangan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Soliditas pengurus tetap menjadi salah satu perhatian kita agar YMI tetap eksis ditengah masyarakat hingga pelosok desa.

Ada 3 point yang perlu menjadi karakter setiap pengurus agar menjiwai aktifitas bersama YMI. Pertama, Anggaplah perkara dunia adalah masalah kecil karena urusan akhirat adalah perkara besar. 

Dunia itu kecil dan singkat. Tak akan terasa waktu di dunia berlalu. Ingatan kita akan dunia juga sangat pendek. Saya ingin bertanya, "Siapa diantara antum semua yang ingat apa yang dikerjakannya 10 tahun lalu dari hari ini? Atau 5 tahun? 8 bulan lalu?" Sulit bagi kita untuk mengingatnya, padahal kita telah melewatinya.

Sedangkan akhirat tak berbatas, tak berhenti, sehingga tak sanggup logika kita menghitungnya. Itulah mengapa Rasulullah SAW mengungkapkan perbandingan dunia-akhirat adalah "Celupkanlah jarimu dilautan, maka air yang menetes dari ujung jarimu itulah kenikmatan dunia, sedangkan kenikmatan akhirat adalah seluruh lautan yang terhampar dimuka bumi ini."

Dalam hadits yang lain bahkan dinyatakan bahwa dunia itu tak lebih berat dari sayap nyamuk. "Seandainya dunia ini disisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum orang kafir meski hanya seteguk air." (HR. Tirmidzi).

Kita ditugaskan untuk mengejar akhirat dan jangan melupakan dunia. Bukan memburu dunia lalu mencari bekal akhirat bila sudah tua. Ini termaktub dalam QS. Al-Qashash ayat 77.

Bila dunia sudah kita anggap kecil, maka kita tidak akan stress saat tak menjadi Juara. Urusan Juara Lomba di Kompetisi Nasional YMI itu hanya urusan dunia, sebab ada urusan akhirat yang jauh lebih besar yaitu bagaimana acara-acara YMI menjadi amal sholeh untuk bekal akhirat kita. Kalau protes-protes sedikit itu wajar untuk menunjukkan semangat perjuangan, tapi kalau setelah itu baper, ngambek, mutung berarti itu menganggap dunia begitu besar.

Kedua, Sediakanlah voucher maaf sebanyak-banyaknya. Urusan memberi maaf itu berat. Itulah mengapa dalam QS. Ali Imron ayat 134, yang termasuk golongan orang bertaqwa adalah yang memberi maaf. Bukan minta maaf. Boleh jadi meminta maaf akan lebih mudah daripada memberi maaf.

Mengapa kita harus menyediakan voucher maaf yang banyak? Karena organisasi di YMI ini dikelola oleh manusia. Bukan malaikat yang mengelolanya. Malaikat tidak diberikan nafsu, sedangkan manusia tempatnya salah dan khilaf. Bila antum tidak siap memberi maaf untuk sesama pengurus YMI, maka berorganisasi sajalah dengan para malaikat.

Organisasi kita di YMI ini bukan yang ujug-ujug turun dari langit. Kita sedang berproses, dalam setiap proses pasti ada kesalahan yang terjadi. Allah SWT pun membuat proses-proses untuk memperbaiki kesalahan manusia. Contohnya Larangan Minum Khamr.

Allah SWT tidak langsung melarang khamr dalam satu waktu. Namun ada tahapannya. Pada tahap pertama Allah SWT berfirman, "Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik." (QS.An-Nahl 67). Tak ada kalimat larangan pada ayat ini. Tidak disinggung ada dosa minum khamar.

Tahap kedua, ada dalam Surat Al-Baqarah ayat 219. "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

Dalam ayat ini khamr masih disebut memiliki manfaat. Ayat ini turun di Madinah, dimana sudah bertahun-tahun dakwah Rasulullah SAW, namun khamr belum dilarang.

Pada tahap berikutnya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk." (QS.An-Nisa 43). Meski khamr sudah dilarang namun sifatnya masih pada waktu tertentu. Bila tidak mendekati waktu shalat, masih boleh mabuk.

Barulah setelah itu Allah SWT melarang khamr sepenuhnya. "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS.Al-Maidah 90)

Bila khamr yang sudah jelas-jelas salah saja, masih perlu proses untuk melarangnya, apalagi kerja-kerja kita di YMI, banyak proses yang perlu kita lewati. Maka itu, sediakanlah selalu voucher maaf itu.

Ketiga, Balaslah Kebencian dengan Amal Sholeh. Kita di YMI ini, bukan sekedar orang sholeh untuk diri kita sendiri. Bersama YMI ini, kita telah berupaya untuk membawa kebaikan untuk orang lain, untuk masyarakat disekitar kita, bahkan hingga pelosok desa di tanah air.

Orang yang baik pasti dicintai banyak orang, namun orang yang menyebar kebaikan itu banyak dibenci oleh manusia. Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, beliau dicintai manusia karena beliau adalah orang baik. Tapi setelah diutus menjadi penyeru kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya tukang sihir, pendusta, dan orang gila.

Itulah mengapa Luqman berpesan kepada anaknya agar bersabar saat melakukan perbaikan karena akan menghadapi permusuhan.

Allah SWT lebih mencintai satu penyeru kebaikan daripada ribuan orang baik. Penyeru kebaikan menjadi penahan turunnya azab Allah SWT. "Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri dengan zalim selama penduduknya adalah penyeru kebaikan." (QS. Hud: 117)

Karena itu kita harus bersiap menghadapi kebencian itu. Saat kebencian itu datang, maka balaslah dengan amal sholeh. Jangan balas api dengan api. Teruslah beramal sholeh, karena Allah SWT, Rasulullah SAW dan orang-orang beriman yang akan menjadi saksi atas amal kita. 

Barokallah Fiikum
Dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim, Rakernas YMI 2018 dibuka secara resmi.

Adhi Azfar, ST, ME
Ketua Umum YMI

0 Response to "3 Point Arahan Ketua Umum YMI pada Rakernas 2018"

Post a Comment