Kumpulkan Uang Recehan lewat "Ngamen" di Desa, Bunda Yani Bangun Rumah Qur'an bagi Anak Yatim

Niat yang ikhlas dan usaha yang tak kenal lelah tentu akan membuahkan hasil yang indah baik di mata manusia maupun dalam pandangan Allah SWT. Ini yang selalu menjadi modal bagi Bunda Yani, pengelola anak-anak yatim di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel). 

Bunda Yani aktif diberbagai organisasi. Salah satunya adalah sebagai Bendahara  Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI) Lamsel. Dibanding pengurus YMI Lamsel lainnya, usia Bunda tak lagi muda. Namun jangan salah, jiwa dan semangatnya muda lho.... Boleh jadi jauh lebih muda dari anda.

Hari Rabu (24/1) adalah saksi sejarah bagi aksi akrobatik Bunda Yani dalam berkeliling mencari dana untuk pembangunan Rumah Qur'an bagi anak-anak yatim di desanya. "Ngamen" yaitu keliling ke Majelis Ta'lim dan rumah-rumah warga untuk menawarkan peluang wakaf dan sedekah untuk penyelesaian pembangunan Rumah Qur'an ini sudah menjadi keseharian Bunda bersama pengurus YMI Lamsel lainnya.

Hari itu adalah jadwal Bunda Yani mengisi ta'lim rutin di daerah Tegineneng, Lampung Selatan. Tentu tak lupa setiap ta'lim Bunda Yani mempromosikan peluang wakaf di Rumah Qur'an YMI. Namun kali ini, seperti tak ada yang mendengarkan Bunda. Semua diam, tak bergeming.

Setelah acara berahir Bunda pun kembali memgemas barang-barangnya, berniat untuk pulang, lalu berjalan keluar menunggu angkutan umum. "Untuk seorang sekelas Bunda Yani, tentu kami heran saat beliau masih menggunakan angkutan umum untuk keliling berdakwah ke pelosok," ujar pengurus YMI Lamsel Zainal Abidin.

"Sebagai salah satu pejabat penting di berbagai lembaga besar di Lampung, Bunda sebenarnya dapat saja menggunakan fasilitas yang tersedia di lembaga yang beliau pimpin, namun itu tak ia lakukan, sifat sederhana selalu menjadi kesehariannya dalam setiap kesempatan," tambah Zainal.

Ketika Bunda menunggu angkutan untuk menuju pulang ke rumah, tiba-tiba Bunda dikagetkan dengan seorang ibu yang merupakan salah satu donatur YMI Lamsel. Ibu Ning, demikian donatur itu biasa di sapa kawan-kawan pengurus YMI Lamsel.


Ia lalu memberikan sejumlah uang sedekahnya untuk YMI Lamsel. Jumlahnya Rp.1 Juta. Namun bukan sekedar jumlahnya yang menarik, tapi proses pengumpulan uangnya yang menakjubkan. Uang itu dikumpulkan sejak lama, dengan nominal uang lembaran Rp.5 Ribu. Dikumpulkan terus hingga mencapai Rp.1 Juta. Jadilah Bunda Yani membawa uang berlembar-lembar lima ribuan itu untuk membangun Rumah Qur'an bagi anak-anak yatim di desanya. Hasil "Ngamen" di Majelis Ta'lim.

Saat itu sedang turun hujan lebat. Namun Bunda tetap bergegas menuju tempat "Ngamen" lainnya. Sebuah payung butut selalu menemani langkahnya. Hujan tak pernah jadi penghalang baginya untuk membina anak-anak yatim lewat Rumah Qur'an yang sedang ia bangun.

Sambil berdoa ditengah hujan lebat itu, Bunda Yani terus berharap agar Rumah Qur'an YMI ini bisa segera selesai. Insya Allah doa yang mustajab di saat turun hujan lebat.

Rumah Qur'an YMI
Terbuka kesempatan bagi kawan-kawan untuk berpartisipasi membangun Rumah Yatim di desa binaan YMI. Ada di Lampung Timur, Lampung Selatan, Pandeglang, Lebak, Bekasi, Sukabumi, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Brebes, Pemalang, Boyolali, dan desa binaan YMI lainnya (klik disini Desa Binaan YMI di Sumatera dan Jawa).

Rekening Bank Mandiri no.103.00.04968810 atas nama Munashoroh Indonesia.

Barokallah Bunda Yani, Barokallah Ibu Ning dan semua donatur, pewakaf serta pengelola YMI yang tengah berjuang mewujudkan Rumah Qur'an untuk tempat belajar anak-anak yatim di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Kumpulkan Uang Recehan lewat "Ngamen" di Desa, Bunda Yani Bangun Rumah Qur'an bagi Anak Yatim"

Post a Comment