Kegigihan Neng Asri, Kuliah Sambil Jualan Kue di Kampung Cibagolo Pandeglang

"Bun, besok Neng nggak ada ongkos untuk Kuliah." Demikian sekelumit percakapan Neng Asri dengan pengurus YMI Pandeglang, Mumun Munawaroh.

Mumun adalah pengurus YMI sekaligus guru ngaji bagi Neng Asri, anak didik YMI Pandeglang yang sejak usia SD dibina di Rumah Qur'an YMI di Kampung Cibagolo, Picung, Pandeglang, Banten. Karena sudah sangat dekat, Neng Asri memanggilnya dengan sebutan Bunda Mumun, sudah seperti Ibunya sendiri.

Sejak kecil Neng ikut program-program pemberdayaan YMI bagi anak-anak di kampung Cibagolo dan kampung Pasir Peundeuy. Mulai dari belajar Al-Qur'an, pelatihan-pelatihan, beasiswa anak berprestasi dan berbagai program lainnya telah menjadikan Neng seorang anak yang cerdas dan sholehah. Neng menjadi Juara kelas di sekolahnya, dan meraih berbagai juara di ajang kompetisi yang digelar YMI. 

Neng hidup ditengah keluarga yang sederhana. Ayahnya seorang kuli panggul di sebuah pasar di Pandeglang, ibunya tak bekerja. Neng memiliki 6 saudara, tinggal di rumah sederhana yang hanya memiliki 2 ruangan, yang 1 kamar, ruangan 1 lagi untuk dapur dan kamar mandi.

(Baca juga : Nasi Bungkus dan Oncom, Cara YMI Pandeglang Membahagiakan Anak Didiknya)

Lulus SMU tahun 2017, Neng langsung bertekad melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Neng mengikuti ujian masuk di kampus STAI BABUNNAJAH Banten. Tak lama berselang, Neng dinyatakan lulus seleksi dan menjadi mahasiswi di jurusan Pendidikan Agama Islam di kampus tersebut, dan mendapatkan bantuan beasiswa kuliah dari YMI. Satu langkah menuju cita-citanya pun sudah terlewati.

Kini, upaya Neng Asri untuk menggapai impiannya menjadi sarjana masih harus melewati berbagai tantangan. Keterbatasan biaya untuk transport dari rumah ke kampus memaksa Neng untuk kuliah sambil jualan kue.

Jadilah Neng jualan Bolu Ubi Ungu tanpa pengawet, diracik sendiri, dipasarkan sendiri. Dibimbing Bunda Mumun, Neng terus berjuang untuk mendapatkan uang transport untuk bisa kuliah. Lokasi tempat tinggalnya di kampung Cibagolo cukup jauh dari kampusnya STAI BABUNNAJAH Banten. Neng tak gentar. "Sekali bertekad, pasti Allah SWT akan kasih jalan keluar. Ini yang diajarkan Abi (Ketua Umum YMI) setiap kali berkunjung ke kampung Neng di Picung," ujar Neng.

"Alhamdulillah hari pertama jualan kue langsung habis terjual, Neng pun bisa berangkat kuliah," tutur Bunda Mumun yang mendampingi Neng Asri sehari-hari di kampung. 

Untuk kedepannya, YMI Pandeglang membuka kesempatan para dermawan yang ingin membantu kuliah Neng dengan membeli Bolu Ubi Ungu tanpa pengawet, yang hasil penjualannya khusus untuk biaya transport kuliah, dapat menghubungi Bunda Mumun no.HP. 0852-1571-5133 (WA).

"Inilah karakter anak-anak didik kami di Pandeglang, tak ingin meminta belas kasihan orang lain, tapi anak-anak kami didik untuk berjuang dengan keringatnya sendiri. Jualan, kerja, atau apa saja yang halal," tutur Bunda Mumun.

Selamat berjuang Neng Asri. Teruslah bermimpi anak-anak YMI. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Kegigihan Neng Asri, Kuliah Sambil Jualan Kue di Kampung Cibagolo Pandeglang"

Post a Comment